Bergelut dengan Sepi: Puisi Sakura Ratna

Suasana dingin sepi
Bagai bongkahan gunung es
Menggigil tanpa hangat matahari
Cahaya mengintip malu-malu

Embusan angin dingin
Bagai lirik-lirik kesedihan
Lonceng kematian menyapa diriku
Tak nampak cahaya pengharapan

Awan mendung menggantung pilu
Tangisan memadamkan api asmara
Kenapa matahari enggan muncul
Penghujung harapan palsu tak pasti

Jalan tanpa ujung terbentang
Hitam, kelam kabut kekecewaan
Sulit di gapai kemilau berlian, jauuh
Aku terjebak dalam lingkaran cinta

Tersesat semakin dalam
Sulit untuk keluar dari lingkaran waktu
Tak jelas arah dan ujungnya,
Menanti harapan yang semu

Bandung, 20 November 2024

Sakura Ratna, lahir di Kota Kembang Bandung, 04 November 1975, lulusan SMA Kartika Chandra Bandung. Berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan aktif di beberapa kegiatan dan komunitas keagamaan. Ia mulai menulis serius tahun 2021 saat ia mengenal media sosial. Ia penyuka novel, anime, serta cerita horor. Saat ini ia belajar di kelas Asqa Imagination school (AIS) #52, alumni AIS #49, #50 dan #51.

 

Comments (0)
Add Comment