Biarkan Mereka Mengantuk: Puisi Kang Thohir

Ada kalanya aku ingin menyapa mereka
Namun badai melerai air mata bencana
Ada pahit yang menyesakan dada
Di antara rerumputan hijau diterpa kemarau
Hingga batin ini terasa galau

Fikiran durjana adakalanya merusak suasana
Menilai kepribadian dengan kedengkian
Ataukah pada iri menimbulkan kebencian
Susah ditebak di atas prasangka

Kekerdilan menghasut asa yang baik
Hingga mereka menelisik
Pada masa yang seakan berbisik
Sangat menjengkelkan bila ditilik

Lunglai angan terpaku di ujung tanduk
Biarkan aku seakan merunduk
Meski aku terdiam dan terduduk
Biarkan mereka mengantuk

Brebes, 24 Desember 2024

Muhammad Thohir/Tahir (Mas Tair) yang dikenal dengan nama pena Kang Thohir, kelahiran Brebes, Jawa Tengah. Dari dusun/desa Kupu, kecamatan Wanasari. Dari anak seorang petani dan tinggal dari kehidupan sehari-hari bertani, berkebun, menanam bawang merah, padi, kacang, pare, cabai dan sayur-sayuran di ladang sawahnya. Kini, aku sedang menggeluti dunia tulis menulis atau literasi, khususnya sastra Indonesia. Suka menulis sejak duduk di bangku kelas empat SD dan sampai masuk ke Pondok Pesantren. Aku masih tetap aktif menulis dan semakin semangat ‘tuk menulis baik puisi maupun cerpen dan lain sebagainya yang aku tulis. Selain menulis aku juga suka membaca buku agar bisa bermanfaat untuk menambah wawasan (pengetahuan).

 

 

 

Comments (0)
Add Comment