Di bulan rindu ini, aku berjalan
dari satu warung ke warung yang lain
melangkahkan kaki yang berat
oleh masa yang berlalu pada saat ini.
Merasakan kopi demi kopi yang pahit oleh kenangan,
rasaku berjalan di antara cangkir dan gelas-gelas vodka,
hambar tanpa bayang-bayang dirimu.
Menyusuri malam dengan merangkak
kepada pagi, djavu akan kehadiranmu
adalah nestapa bagi atid karna ia telah
kehabisan tinta untuk mencatat yang kedua kalinya.
Jogjakarta Februari, 2024
Ulul Azmi merupakan Mahasiswa Uin Jogja Fakultas Syari’ah dan Hukum (FSH). Bergiat menulis di Pendopo Sastra Ikatan Alumni Annuqayah Jogjakarta (IAA).