/1988/
di bawah terik mentari, pedalku kayuh silih berganti
jalanan berlubang penuh debu, tak menyurutkan langkah mengejar mimpi
/2000/
milinium kedua
penuh makna,
dua insan bersatu dalam cinta
menjalin ikrar cinta abadi
membangun istana nan kokoh dan sejati
/2013/
dalam dekapan
angin malam bulan ramadhan
Kau jemput Ayah
dengan cinta kasihMu
kutalqinkan syahadat di telinganya, mengiringi kepergian penuh duka.
Sungai Pakning, 25 Juni 2024