Kuingat
ketika hangat lenganmu mendekap penuh kasih
Saat aku tak bisa menutup mata
Kuingat
Ketika kasar tanganmu mengenggam erat
Saat aku mulai melangkah dunia
Kuingat
ketika peluh keningmu bercucur lelah
Saat aku mulai berlari mencari
Kuingat
Ketika perut kening bergaris lipat
Saat aku membuka lembar
Kuingat
Lengkung bibirmu dalam senyum
Saat aku mulai menatap dunia
Kuingat
Ada tetesan embun matamu yang kokoh
Saat ku mulai menaklukkan kehidupan
Kuingat
Semua tentang pengorbananmu Ayah
Selalu tersimpan di relung hati terdalam
Bengkalis, 28 Juli 2026
Muhammad Ikhwan Syuhada lahir di Pekanbaru pada 27 Februari 1992, Baginya, kata-kata adalah ruang untuk menyimpan ingatan, merawat harapan dan menyampaikan kegelisahan. Melalui puisi/syair, ia menuturkan kisah tentang manusia, Pendidikan, tanah kelahiran dan perjalanan hidup. Setiap karya lahir dari keyakinan bahwa tulisan yang baik bukan hanya dibaca, tetapi juga mampu menemani, menginspirasi, dan menghidupkan makna.