Pekanbaru-Tirastimes: – Tim Dosen Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau dan mahasiswa melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat terhadap Kelompok Wanita Tani (KWT) Pelita Hati di Kelurahan Sidomulyo Timur Pekanbaru Kamis, 6 Oktober 2022 lalu
Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam memenuhi Catur Dharma Perguruan Tinggi Universitas Islam Riau (UIR) serta untuk memberikan solusi atas permasalahan yang dirasakan oleh KWT tersebut
Materi penyuluhan tersebut diberikan oleh sejumlah dosen Prodi Agrotek Faperta UIR a.l. Raisa Baharuddin, SP, MSi, Dr. Elinur, SP, MSi, Ir. Ernita, MP, Ir. Zulkifli, MP, Ir. Septina Elida, MSi, Noer Arief Hadi, SP, MP. Selain itu ikut pula sejumlah mahasiswa yakni Randi Agustian, Agus Albani, dan Dody Dharma.
Dr. Elinur dalam penjelasannya mengatakan, semenjak pandemi, terjadi kelangkaan pupuk (kimia) dan jikapun ada harganya melambung tinggi. Ini merugikan dan berdampak pada terhambatnya kegiatan budidaya tanaman yang biasa dilakukan oleh masyarakat.
“Oleh karena itu kami tim dosen Fakultas Pertanian UIR melakukan pengabdian untuk memberikan solusi alternative pengganti pupuk kimia dengan memanfaatkan sampah organik (rumah tangga) menjadi pupuk organik, ” ujar Dr. Elinur didampingi Raisa Baharuddin SP.M.Si.
“Pupuk organik bermanfaat untuk memperbaiki kesuburan lahan serta peningkatan produksi pertanian baik kualitas dan kuantitas. Selain itu dengan pemanfaatan sampah rumah tangga kita dapat mengurangi pencemaran lingkungan. Sampah organik tersebut dapat berupa sisa-sisa hasil kegiatan rumah tangga seperti sisa sayuran atau buah.” kata Elinur
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat Faperta UIR tersebut dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan. Kegiatan penyuluhan dihadiri oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), peserta kelompok tani tersebut yang berjumah sekitar 20 orang.
Hal senada juga disampaikan oleh Raisa Baharuddin. Dihadapan para peserta, materi yang disampaikan meliputi masalah pertanian organik, manfaat pupuk organik dan cara pengolahan sampah menjadi pupuk organik serta nilai ekomominya. Pada kegiatan ini juga dilakukan demonstrasi dan praktik pembuatan pupuk organik dari sampah rumah tangga menggunakan alat komposter. Alat ini merupakan salah satu bentuk inovasi teknologi yang mempermudah petani dalam pembuatan pupuk. Teknik komposter dalam mengelolah sampah organik terbukti dapat merubah perilaku masyarakat dalam menangani permasalahan sampah.
“Pupuk organik yang akan dihasilkan dari komposter tersebut berupa pupuk organik cair (POC) dan kompos. Dengan alat komposter tersebut, petani dapat panen POC setelah 14 hari dan kompos (2-3 bulan) kemudian. “Kelompok tani merasa terbantu dengan pengabdian ini,” ujar Elinur yang sering melakukan pengabdian kepada masyarakat ini.(rls/wd)