Dosen Unilak Beri Pelatihan Pengolahan Sampah Organik Menjadi Kompos dan Eco Enzyme di Bank Sampah Lembah Sari

PEKANBARU-TIRASTIMES:-Permasalahan sampah merupakan masalah utama yang terjadi dikota besar, termasuk Kota Pekanbaru. Berdasarkan data dari DLHK Kota Pekanbaru 2021 dinyatakan jumlah penduduk Kota Pekanbaru tahun 2019 sebanyak 1.169.070 jiwa dengan jumlah sampah yang dihasilkan setiap harinya 1.052 ton. Rata-rata sampah yang dihasikan per orang per hari sebesar 0,9 kg berupa sampah organik dan anorganik.

Universitas Lancang Kuning (Unilak) melalui Tim Pengabdian Masyarakatnya memiliki pengetahuan untuk mengolah sampah organik menjadi kompos dan eco enzyme Sehingga kegiatan ini dijadikan sebagai sarana untuk mentransfer pengetahuan yang dimiliki ke khalayak umum yang membutuhkan.

 

 

Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan oleh Dosen Fakultas Kehutanan dan Sains Ambar Tri Ratnaningsih (Ketua) bersama Eni Suhesti dan Emy Sadjadi sebagai anggota di Bank Sampah Lembah Sari di Rumbai Timur, Ahad 14 Januari 2024.

Menurut Ambar permasalahan yang sering dialami oleh nasabah adalah sampah organik yang dihasilkan dari kegiatan rumah tangga tidak bisa disetor ke bank sampah sehingga sampah tersebut terbuang tanpa dimanfaatkan.

“Perlu adanya upanya pemberian pengetahuan dan ketrampilan dari nasabah dalam mengolah sampah organik menjadi sesuatu yang bermanfaat diantaranya menjadi kompos dan eco enzyme,” sebutnya.

Dia juga menjelaskan bahwa sampah pada hakekatnya tidaklah selalu merugikan bagi manusia, bahkan apabila diolah dengan cara yang tepat akan menghasillkan produk yang sangat bermanfaat. Pengolahan sampah diharapakan mampu memberikan solusi terhadap dampak sampah bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.

 

 

Salah satu upaya yang telah dilakukan pemerintah melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 13 Tahun 2012 Tentang Pedoman Pelaksanaan Reduce, Reuse, Recycle melalui Bank Sampah. Paradigma yang terjadi selama ini dalam pengolahan sampah adalah mengumpulkan sampah, mengangkutnya dan membuangnya telah diubah menjadi pendekatan reduce at source and resource recycle melalui penerapan Reduce, Reuse, Recycle (3R).

Melalui gerakan bank sampah diharapkan masyarakat mulai sadar untuk mengurangi dan mengolah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat.

“Pengomposan merupakan salah satu metode pengolahan sampah organik yang bertujuan untuk mengolah sampah dengan mengubah komposisinya menjadi produk yang dapat meningkatkan kesuburan tanah. Selain kompos, sampah organik yang berasal dari rumah tangga dapat diolah menjadi eco enzyme. Eco enzyme merupakan cairan yang dihasilkan dari proses fermentasi sampah organik seperti kulit buah dan sayuran, dengan substratgula (gulacoklat, gula merah atau gula tebu), dan air,” sebutnya.

 

 

“Eco enzyme memiliki banyak manafaat diantaranya pembersih di rumah, perawatan tubuh, juga dapat sebagai pupuk alami dan pestisida yang ramah lingkungan,” sambunya.

Sementara Salah satu pengurus Bank Sampah Lembah Sari Hernawati menyatakan kegiatan pelatihan ini memberi manfaat bagi nasabah bank sampah untuk mengolah sampah menjadi kompos dan eco-enyme.

“Semoga ini bukan yang pertama dan terakhir yang dilakukan oleh Dosen Unilak ini, karena ilmu yang diberikan kepada kami sangat bermanfaat,” imbuhnya. **

Comments (0)
Add Comment