JAKARTA-TIRASTIMES: Dosen dan Peneliti dari Institute National des Langues at Civilisation Orientales (Inalco), Prancis tampil di acara Seminar ‘Sastra Kita di Prancis’ di PDS HB. Jassin (Komplek TIM Cikini, Jakarta, Rabu (23/8) pk. 14.00 WIB. Acara yang ditaja atas kerjasama PDS HB. Jassin dan Yayasan Hari Puisi Indonesia (HPI) ini dimoderatori oleh Kritikus Sastra, Maman S. Mahayana. Selain itu, sejumlah penyair tampil baca puisi Dwi bahasa yakni Danny Susanto, Ewith Bahar, Lily Multatuliana dan Aufa Bunga.
Penggagas acara, Maman S. Mahayana yang juga Ketua Yayasan HPI menjelaskan Dr. Etienne Naveau kebetulan sedang berada di Indonesia untuk suatu penelitian yang sangat peduli dengan perkembangan dunia sastra di Indonesia. “Di sela-sela kesibukan Dr. Etienne kita ajak untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang keberadaan karya sastra Indonesia di Eropa pada umumnya dan Prancis khususnya. Oleh sebab itu, semua sastrawan dan peminat sastra diundang hadir pada acara yang terbuka untuk umum,” kata Maman.
Selanjutnya, Maman mengatakan, Dr. Etienne atau Inalco pernah mengundang sejumlah sastrawan Indonesia menjadi dosen tamu di kampus Inalco, Paris selang tahun yang berbeda. Pertamakali , sastrawan Acep Zamzam Noor yang kedua dilanjutkan oleh Soni Farid Maulana. Sedangkan yang ketiga sastrawan Fakhrunnas MA Jabbar dan Ramon Damora. Terakhir, yang keempat, Kritikus Maman S. Mahayana.
“Program ini sempat terhenti akibat Covid 19. Mudah-mudahan program tersebut dapat berlanjut kembali,” ujar Maman.
Sastrawan Fakhrunnas MA Jabbar didampingi istri, Tutin Apriyani yang sengaja datang menghadiri acara seminar ini menceritakan pengalamannya sewaktu jadi dosen tamu bersama Ramon di Inalco, Paris tahun 2015. Dia memberikan perkuliahan dalam kelas tentang Lokalitas Melayu dalam Sastra Indonesia yang diantarkan oleh Dr. Etienne.
Selain itu ada pula pertemuan dan diskusi dengan sastrawan dan komunitas sastra di Prancis dan pertunjukan musikalisasi puisi kolaborasi penyair dengan para mahasiswa.
“Saya khusus datang dari Riau ke acara seminar ini sebagai rasa hormat pada Pak Etienne dan Bu Mira serta mendengarkan perkembangan terbaru keberadaan sastra Indonesia di Prancis,” kata Fakhrunnas.
Kedatangan Etienne yang didampingi istrinya Mira juga diisi dengan berceramah di SMA 5 Bogor.
Sebagai informasi, Inalco merupakan salah satu perguruan tinggi tertua di Prancis yang mengajarkan sekitar 80 bahasa di dunia termasuk bahasa Melayu/ Indonesia. Para mahasiswanya dari seluruh dunia. (ns/wid/fir)