Pekanbaru-Tiras Times: Ketua Baznas Provinsi Riau, Dr Masriadi Hasan mengungkapkan Provinsi Riau saat ini memiliki potensi zakat yang cukup besar. Tidak kurang dari 1,8 triliun potensi zakat di Riau.
“Potensi ini merupakan buah perkembangan ekonomi Riau yang cukup baik dan sangat strategis. Walaupun demikian, tingkat pengumpulan kita masih sekitar 10 persen secara keseluruhan di provinsi Riau. Artinya Baznas Provinsi Riau memiliki tugas yang cukup berat, bagaimana presentase pengumpulan ini dapat tingkatkan di masa yang akan datang,” ungkap Masriadi Hasan pada saat menghadiri acara harmonisasi pengelolaan zakat dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) prajabatan Baznas se – Provinsi Riau di Hotel Aryaduta, Rabu (13/07/2022).
Ia menyatakan bawasanya Pemerintah Daerah khususnya Gubernur Riau telah memberikan perhatian dan dukungan yang besar terhadap pengelolaan zakat di Provinsi Riau.
“Hal ini terbukti dengan dikeluarkannya Instruksi Gubernur Tahun 2019 tentang pengumpulan zakat penghasilan (profesi) Aparatur Sipil Negara (ASN) dan karyawan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di lingkungan Pemprov Riau,” katanya.
Lanjutnya, Instruksi Gubernur itu diikuti dengan Surat Edaran (SE) Nomor 59/SE/KESRA/2022 Tentang Pengumpulan Zakat Profesi dan Infaq Aparatur Sipil Negara serta Karyawan Badan Usaha Milik Daerah Di Lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.
“Tidak hanya sampai disitu, Pemprov Riau telah menerapkan model pembayaran zakat melalui payroll sistem untuk mendorong meningkatnya jumlah pengumpulan zakat di Provinsi Riau,” lanjut Masriadi.
Masriadi menjelaskan bahwa usaha ini memberikan dampak yang sangat besar terharap perkembangan zakat di Provinsi Riau terutama dalam jumlah pengumpulan zakat.
“Tercatat Tahun 2021 jumlah pengumpulan zakat di Riau baru mencapai 16 milyar pertahun. Namun setelah menerapkan payroll system kita memprediksikan akan mencapai 35 milyar atau naik 120 persen,” jelasnya.
Pihaknya menambahkan dengan peningkatan yang terjadi ini tentu mempengaruhi pengumpulan zakat di Provinsi Riau secara keseluruhan
“Tentu saja peningkatan ini mempengaruhi zakat di Riau dalam jumlah keseluruhan, yang sebelumnya baru mencapai 107 pertahun maka pada tahun ini kita berani mentargetkan akan meningkat menjadi 130 milyar. Insyaallah,” tambah Masriadi.
Ia juga mengucapkan terimakasih kepada Ketua Baznas Nasional Noor Achmad beserta tim dari bBaznas RI yang telah menginisiasikan terselenggaranya acara ini dan memilih Riau sebagai tempat penyelenggaraan Rakorda pada hari ini.
“Terimakasih juga kepada Gubri Syamsuar yang terus memberikan dukungan untuk perkembangan perzakatan di Riau. Semoga melalui Rakorda ini akan menghasilakn resolusi – resolusi yang dapat menambah perkembangan perzakatan di Riau juga DKI Jakarta,” harapnya