Februari Temani Aku: Puisi Bunda Swanti

Februari temani aku karena pada setiap
harinya bertengger alismatamu yang indah bercahaya. Diseduh mentari tiap pendarnya membias jadi denting rindu di kalbu.

Kau seperti kemuning menebar wangi hingga menghunjam ke dasar rinduku. Malu aku sebagai kupu-kupu terbang dalam irama hujan mengitari kuncup mungilmu nan putih syahdu, perlahan kukecup setiap bening putikmu menghilangkan gamang sayap di sepoi angin yang melambungkan renyah rindu

Tiap rinai hujan aku selalu mendekap Februari. Kerlip fajar memainkan irama ranum akan dalamnya rindu, bergelung manja awan berbarengan kicau burung yang kedinginan di ranting yang basah.
Tiada henti menunggu kehangatan lewat hangat mentari.

Aku terus mendekap Februari. Rimbun rindu tak berkesudahan. Pada lengkung alis matamu. Bagai kejora paling benderang, diantara nyata dan mimpiku, selalu menggoda; engkaulah Februari

Rokan Hilir, 22 Februari 2024

Comments (0)
Add Comment