Pekanbaru-Tirastimes: – Pengurus Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Riau bersilahturahmi dengan Kapolda Riau. Rombongan yang dipimpin Ketua FPK Riau Drs.H. Auni M Noor. M.Si diterima Kapolda Riau Irjen Pol Muhammad Iqbal, S.IK, MH di Ruang Rapat Direskrimum Mapolda Riau. Jalan Patimura Pekanbaru. Rabu (28/12/2022).
Pertemuan berlangsung santai dan penuh keakraban. Kapolda Riau dan Ketua FPK Riau secara bergantian menyampaikan pandangan mengenai pembauran kebangsaan dan kebhinekaan. Kapolda juga menyoroti peran besar FPK dalam merawat pembauran di tengah kebhinekaan. Kapolda juga membuka sesi tanya jawab dan berdialog dengan Pengurus FPK Riau yang hadir. Pada akhir acara Kapolda dan FPK Riau berbagi cendramata berupa plakat.
Selain Ketua FPK Riau, turut hadir Kaban Kesbangpol Provinsi Riau yang diwakili Kabid Idiologi dan Wawasan KebangsaanBakesbangpol Riau,Sri Petri Haryanti, S.Pd, Sekreraris FPK, Jailani, Bendahara Syahrial, S.Sos. M.Si, serta sejumlah.pengurus lainnya. Di antaranya Ir. Fakhrunnas Ma Jabbar. M.Si. H.E.Surachmat. SH, MH, Satrianto, SE, Misrawansyah, SP, H.Rendra Sudarso, S.Sos. S.KM, M. Kes, Salfian Deliandi. SP. M.Si, Drs.Eva Firman. SH. M.Kom, Ir. T. Isksndar Johan, M.Si, Saparudin Koto, SP, M. Machasin, Linda Indrayani Nasution, Max Robert Rumengan dan Doli Nasution.
Sementara Kapolda Riau ditemani Dir Intelkam Polda Riau, KBP Aris Prasetyo Indaryanto. SIK, Dir Bimas KBP Wendry Purbyantoro, SH. Kabag Watpers Polda Riau, AKBP Hasyim, S,IK dan sejumlah personal Polda Riau lainnya
Kapolda Riau, Irjen Pol Muhammad Iqbal, S.IK, MH dalam salam pembukanya mengatakan menyambut baik kedatangan jajaran Pengurus FPK Riau. Disebutkan, sesuai prinsip kepolisian modern yang dikenal dgn comunity police, polisi harus bersahabat dengan berbagai komunitas masyarakat, dan diharapkan masyarakat itu menjaga ketertiban dan keamanan dengan minimal tidak terlibat dalam kejahatan.
“Polisi memang diberi wewenang dalam.penegakan hukum, tapi itu langkah terakhir. Langkah lainnya bagaimana berkomunikasi dan bersahabat dengan masyarakat. Semakin banyak personil polisi berasahabat dan berkomunikasi baik dengan masyarakat, maka peluag untuk menciptakan keamanan dan ketertiban akan semakin baik,” katanya.
Mantan Kasat Lantas Polresta Pekanbaru ini lebih jauh mengatakan Indonesia adalah negara yang terdiri dari beragam.suku. agama, budaya dan adat istiadat dan berbagai keberagaman lainnya.”Keberagaman adalah anugerah, namun bila tak dikelola dengan baik bisa menjadi ancaman, karena itu FPK hadir dalam merawat pembauran kebangsaan,” katanya.
Kapolda juga mengingatkan bahwa saat ini sudah masuk tahun politik. “Tensi politik sudah mulai naik. mesin-mesin kontestasi politik sudah dihidupkan. Maka FPK harus bisa mendinginkan. Jika saya masih bertugas di sini, kita akan kerjasama dalam berbagai hal, misal makan bakso bersama dengan semua tim sukses, main bola bersama antar tim sukses dan.lain sebagainya,” katanya.
Kapolda juga berharap agar pertemuan dengan FPK Riau terlaksana secara berkala. “Alangkah baiknya jika pertemuan dilaksanakan secara rutin misal tiga bulan sekali. Dengan silahturahmi banyak hal yang bisa dibuat dan dibicarakan termasuk menghadirkan pemangku kepentingan lain untuk berdiskusi tentang berbagai hal,” katanya.
Sementara Ketua FPK Riau, Drs. H.Auni M Noor, M.Si, menyampaikan terima kasihnya atas sambutan Kapolda Riau dan jajaran. Auni menyampaikan bahwa Kapolda Riau sesuai Permendagri adalah Dewan Penasehat FPK Riau. “Sesuai SK, Ketua Dewan Penasehat FPK Riau adalah Wagubri dengan anggotanya di antaranya Forkompinda termasuk bapak kapolda Riau,” katanya.
Auni juga menyampaikan FPK dibentuk sesuai Permendgri No 34 Tahun 2006, Pengurus FPK Riau di SK-kan dan bertangghungjawab kepada Gubernur Riau.”Saat ini sekitar 75 Paguyuban bergabung dengan FPK Riau, mulai dari Sabang-sampai Merauke. “Ini menunjukan FPK Riau adalah organisasi yang besar yang bertugas merawat pembauran kebangsaan dan alhamdulillah setakad ini hubungan antar suku dan paguyuban berjalan harminis,” katanya.(rls)