Gatot Bibit, Pimpinan Suratkabar Haluan Riau Wafat

MOJOKERTO-TIRASTIMES: Direktur Pengendalian dan Pengawasan Suratkabar Haluan Riau,  Gatot Bibit Bibiono wafati Kamis  sore (29/6) pukul 17.30 di Mojokerto, akibat serangan jantung. Gatot yang pernah menjadi Pemred Riau Mandiri-nama suratkabar Haluan Riau pada awal terbit- sudah menderita penyakit diabetes yang kompikatif.

”Pak Gatot persis di hari  lebaran ketiga, Selasa memang pamit kepada kami untuk pulang kampung di Mojokerto untuk mengunjungi sanak keluarganya. Namun, rupanya sakit yang sudah lama dideritanya kambuh hingga menghembuskan napas terakhir di sana” ucap Jefry, Manajer Iklan Harian Haluan Riau kepada Tirastimes.

Menurut Jefry, Gatot Bibit Bibiono direkrut oleh CEO Basko Group, Basrizal Koto di saat awal mendirikan Harian Riau Mandiri saat Gatot bersama rekan kerja Tatang Istiawan dan para wartawan yang saat itu bekerja di Harian Surabaya Post. Peran Gatot dalam mengelola suratkabar harian yang menyaingi harian Riau Pos sekitar awal tahun 2000-an tersebut sangat besar.

Jefry selanjutnya menambahkan, Gatot tidak hanya mengurus soal redaksional namun dia juga sangat konsen menangani masalah manajemen perusahaan terutama yang berkaitan dengan iklan dan advertorial.

” Kembali ke khittoh. Jangan karena uang receh kita terseret bahaya,” ucap Jefry menirukan pernyataan Gatot semasa membangun dari awal suratkabar harian tersebut.

”Haluan terbit  atas perjuangan kawan2 dengan  memperbanyak kerjasama advertorial dan  iklan-iklan. Bagaimana mau terbit kalau iklan tak ada? Akan sia-sia.  Uang dari  mana untuk cost (membiayai) penerbitan suratkabar” kata Gatot lagi.

Gatot berpesan kepada stafnya di bagian jajaran perusahaan dan redaksional, tidak ada kata lain pemred dan  kawan-kawan di daerah,  kalau pemkab atau dewan dan satker tak mau diajak kerjasama ya dikritisii saja. Jangan mau Haluan disetir mereka sementara kontribusinya tak ada.

Berita Terbaru

”Kita harus punya sikap tegas jangan sampai diperalat hanya karena uang recehan. Saya  lihat misi kita sudah melenceng kita hanya  membela orang-orang  hanya karena uang receh atau karena deal kepentingan. Buktinya sudah ada. Makanya kita kembali ke khittah. Kita luruskan misi visi kita”  begitu pesan Gatot dalam menegakkan idealism pemberitaan sesuai misi dan visi suratkabar yang dikelolanya.

Yanto Budiman S, salah satu pimpinan Tabloid Azam dan Berazam.com yang pernah berteman baik dengan Gato mengemukakan, sebulan lalu dirinya  sempat ketemu di Haluan Riau.

”Namun kondisi kesehatannya sudah sangat memburuk. Menurut almarhum dia mengalami komplikasi diabetes dan gangguan jantung, ” ucap Yanto.

Gatot yang memiliki blog Jurnalisme Gatot, secara rutin menuliskan pemikiran-pemikirannya tentang banyak hal yang berkaitan dengan lingkungan sosial, budaya dan politik: ”Subyektivitas dan obyekvifitas adalah problema abadi dalam filsafat ilmu pengetahuan, yang telah diperdebatkan berabad-abad lamanya dan tak kunjung selesai. Namun apa yang saya ungkapkan, tetaplah saya dasarkan atas niat dan iktikad baik, agar kita dapat mencari alternatif yang kita anggap terbaik, yang selanjutnya mungkin akan menuntun sikap batin, sikap intelektual dan mungkin pula prilaku kita dalam bertindak.”

Di dalam blog yang sama, Gatot menuliskan minatnya terkait bidang pilitik dan kebijakan ekobnomi (Politic and Economy Policy). Film favoritnya adalah Catch me if you can yang dibintangi Tom Hank. Sedangkan lagu favoritnya adalah lagu-lagu Ebiet G. Ade.

Gatot dimakamkan di kampung halamannya. Sanak keluarga dan para kerabatnya turut menshalatkan dan ikut ke pemakaman. (ns)   

Comments (0)
Add Comment