In Memoriam: Puisi Novita Arief Hidayati

Pada akhirnya
Mati juga kita satu persatu
Di kaki tebing dan rimba sunyi
Setelah tak lagi temukan jalan pulang
Demi segumpal impian
Nikmati serpihan surga di tanah tinggi menjulang

Selembar hidup dipertaruhkan
Sebab asa masih luas membentang
Bersama deru napas memburu
Cumbu desir pasir Mahameru
Archapada gigilkan denyut nadi

Jiwa-jiwa melanglang
Tersesat di belantara labirin Kalimati
Cemoro Tunggal menatap angkuh
Langkah semakin rapuh
Napas tersengal hirup pekat belerang, Jonggring Saloka
Tawar menawar detak jantung di curam blank tujuh lima
Kecupan manis Tanjakan Cinta
Embuskan aroma kematian
Ruhmu kekal dalam hening Ranu Kumbolo
Adakah jadinya kematian tinggal kenangan sia-sia?

Lumajang, 27 November 2023

Novita Arief Hidayati. Kelahiran 15 Nopember 1978. Belajar menulis sejak akhir Maret 2023. Mengajar di SMPN 1 Tempursari Lumajang. Hobi berkebun dan mendaki. Saat ini belajar menulis puisi di Asqa Imagination School. IG @novit_a9019

Comments (0)
Add Comment