Islam, The Savior of Women: By Imam Shamsi Ali*

In the next two weeks, the city of New York will host the annual Conference on the Status of Women (CSW) at the United Nations Headquarters. This conference is one of the most important events held by the UN to discuss the status and rights of women. Female delegates from around the world have begun arriving in the city.

The issue of women’s rights is always relevant. Whether we acknowledge it or not, the world would be empty without women. Women make the world a vibrant and dynamic place. They are the driving force behind human existence. Women are the reference point for human life.

This is why, in Islamic terminology, women are referred to in three different ways:

1. Mar’ah: This term refers to a woman’s role as a reflection of life.
2. Nisaa: This term emphasizes the importance of women in bringing peace and tranquility to the family.
3. Umm: This term refers to a woman’s role as a mother and the first reference point for human life.

Unfortunately, throughout history, women have been mistreated and oppressed. In ancient civilizations, women were seen as objects for men’s pleasure. Even in the modern era, women are still subjected to various forms of exploitation and oppression.

Islam, however, has elevated the status of women and provided them with rights and protections that were unheard of in many ancient and even modern civilizations. Islamic teachings emphasize the importance of treating women with respect, kindness, and justice.

The Status of Women in Islam

There is a common misconception that women in Islam are treated as second-class citizens. This view is often perpetuated by those who do not understand Islam or who intentionally seek to distort its teachings.

In reality, Islam recognizes the equal value and dignity of men and women. While men and women may have different roles and responsibilities, they are equal in terms of their humanity and spiritual worth.

The Quran emphasizes that men and women are created from the same source (Surah Al-Hujurat, 49:13). It also recognizes the importance of women in bringing peace and tranquility to the family (Surah Al-Baqarah, 2:228).

In Islamic teachings, men and women are seen as complementary to each other, rather than as rivals or competitors as we see in modern tendency. The Quran describes the relationship between men and women as one of mutual support and protection (Ch. 2:187).

Conclusion

Islam is often misunderstood as being oppressive towards women. However, this could not be further from the truth. Islam has elevated the status of women and provided them with rights and protections that were unheard of in our world.

As we celebrate International Women’s Day, let us recognize the important contributions that women make to our societies. Let us also acknowledge the vital role that Islam plays in promoting the dignity and well-being of women.

Islam is not just a religion that liberates women; it is a way of life that recognizes the inherent value and dignity of every human being, regardless of their gender or background.

Congratulations to all the women participating in the CSW conference. May this conference bring benefits to women and the world. And may we all recognize that Islam is not just a religion that liberates women, but a way of life that saves them.

Jamaica Hills, March 9, 2025

*Director of Jamaica Muslim Center & President of Nusantara Foundation

Islam, Penyelamat Wanita: Oleh Imam Shamsi Ali*

Dalam dua minggu ke depan, kota New York akan menjadi tuan rumah Konferensi Tahunan tentang Status Perempuan (CSW) di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa. Konferensi ini adalah salah satu acara terpenting yang diadakan oleh PBB untuk membahas status dan hak-hak perempuan. Delegasi perempuan dari seluruh dunia telah mulai tiba di kota ini.

Masalah hak-hak perempuan selalu relevan. Apakah kita mengakuinya atau tidak, dunia akan kosong tanpa wanita. Perempuan membuat dunia menjadi tempat yang hidup dan dinamis. Mereka adalah kekuatan pendorong di balik keberadaan manusia. Perempuan adalah titik acuan untuk kehidupan manusia.

Inilah sebabnya, dalam terminologi Islam, wanita disebut dengan tiga cara yang berbeda:

1. Mar’ah: Istilah ini merujuk pada peran wanita sebagai cerminan kehidupan.
2. Nisaa: Istilah ini menekankan pentingnya wanita dalam membawa kedamaian dan ketenangan bagi keluarga.
3. Umm: Istilah ini merujuk pada peran seorang wanita sebagai ibu dan titik acuan pertama untuk kehidupan manusia.

Sayangnya, sepanjang sejarah, perempuan telah diperlakukan dengan buruk dan ditekan. Dalam peradaban kuno, wanita dipandang sebagai objek untuk kesenangan pria. Bahkan di era modern, perempuan masih menjadi korban berbagai bentuk eksploitasi dan penindasan.

Islam, bagaimanapun, telah mengangkat status wanita dan memberikan mereka hak-hak serta perlindungan yang tidak pernah terdengar dalam banyak peradaban kuno dan bahkan modern. Ajaran Islam menekankan pentingnya memperlakukan wanita dengan hormat, kebaikan, dan keadilan.

Status Wanita dalam Islam

Ada kesalahpahaman umum bahwa perempuan dalam Islam diperlakukan sebagai warga negara kelas dua. Pandangan ini sering dipertahankan oleh mereka yang tidak memahami Islam atau yang dengan sengaja berusaha mendistorsi ajarannya.

Dalam kenyataannya, Islam mengakui nilai dan martabat yang setara antara pria dan wanita. Meskipun pria dan wanita mungkin memiliki peran dan tanggung jawab yang berbeda, mereka setara dalam hal kemanusiaan dan nilai spiritual mereka.

Al-Qur’an menekankan bahwa laki-laki dan perempuan diciptakan dari sumber yang sama (Surah Al-Hujurat, 49:13). Ini juga mengakui pentingnya perempuan dalam membawa kedamaian dan ketenangan bagi keluarga (Surah Al-Baqarah, 2:228).

Dalam ajaran Islam, laki-laki dan perempuan dipandang sebagai saling melengkapi satu sama lain, bukan sebagai saingan atau kompetitor seperti yang kita lihat dalam kecenderungan modern. Al-Qur’an menggambarkan hubungan antara pria dan wanita sebagai saling mendukung dan melindungi satu sama lain (Surah 2:187).

Kesimpulan

Islam sering disalahpahami sebagai menindas perempuan. Namun, ini tidak bisa lebih jauh dari kebenaran. Islam telah meningkatkan status perempuan dan memberikan mereka hak-hak serta perlindungan yang belum pernah terdengar di dunia kita.

Saat kita merayakan Hari Perempuan Internasional, marilah kita mengakui kontribusi penting yang diberikan perempuan kepada masyarakat kita. Mari kita juga mengakui peran penting yang dimainkan oleh Islam dalam mempromosikan martabat dan kesejahteraan perempuan.

Islam bukan hanya agama yang membebaskan perempuan; ini adalah cara hidup yang mengakui nilai dan martabat setiap manusia, terlepas dari jenis kelamin atau latar belakang mereka.

Selamat kepada semua wanita yang berpartisipasi dalam konferensi CSW. Semoga konferensi ini membawa manfaat bagi perempuan dan dunia. Dan semoga kita semua menyadari bahwa Islam bukan hanya agama yang membebaskan wanita, tetapi juga cara hidup yang menyelamatkan mereka.

Jamaica Hills, 9 Maret 2025

*Direktur Jamaica Muslim Center & Presiden Yayasan Nusantara

Comments (0)
Add Comment