Jejak Rindu: Puisi Hajriah RE

Desaku seakan sirna
Tiada lagi nyanyian gembala
Hamparan sawah mulai terkikis
Tanah subur semakin habis

Tumbuhan yang dahulu menjulang
Berganti bangunan bertingkat
Tanah mengeras
Aspal pun terlihat

Kala hujan mendera
Tanah ikut hanyut
Tak mampu membendung
Beban berat yang dipikul

Rindu mendengar burung bernyanyi
Rindu dinginnya embun pagi
Desaku yang indah
Tinggal kenangan

Mataram, 28 Januari 2025

Hajriah RE, perempuan berdarah Sasak (Lombok) bernama lengkap Hajriah, S.E. kelahiran 15 Juli 1974 adalah guru ekonomi di SMAN 8 Mataram. Hobinya membaca dan kuliner. Mulai menulis awal tahun 2023, karya pertamanya Antologi Cerpen “Cinderela Tanpa Batas Waktu”. Saat ini belajar menulis puisi dan bergabung dalam Asqa Imagination School (AIS). Prestasi yang pernah di raih 25 besar Lomba Cipta Puisi Masa Kecil, juara harapan 3 Asqa Book Awards (ABA) XXIII, 10 besar ABA XXIV dan juara harapan 1 Anugerah COMPETER Indonesia 2025. Motonya: Belajar Tanpa Batas Waktu. Ingin mengenalnya lebih jauh, silahkan mampir IG hajriahr_ atau di FB Hajriah SE.

Comments (0)
Add Comment