Malam menyimpan rahasiaku
Langit mati cahaya sejak puncak asmara
Udara dingin membakar panas tubuh
Dua pasang mata, seterang lampu kota di bawah sana
Namamu sumbang, mustahil kupilin rima
Puzzle yang gagal dalam kotak hidupku
Kau dosa indah, Tuan
Paras menawan memaksa tertawan
Dalam jeruji kemustahilan
Kita dua garis bersilangan, lalu menjauh
Noktah kenangan tak terhapus zaman
Beribu kota kulalui demi melenyapkan kita
Hanya perih yang menyertai gontai langkah
Aku kalah pada rasa yang salah
Biarkan satu kejujuran kugenggam di hidup palsu
Aku rela bersembunyi—dalam tanda kurung penjelasan rancu
Kaohsiung, 25 Desember 2025