Kabar Umat Terluka: Puisi Firman Wally

hutan gundul
bukit-bukit datar
semacam meja kasir
penjualan lahan
negosiasi perasaan

setelah itu
kehujanan kabar
tanah air pecah
dari mata air
menjadi air mata

rumah-rumah berlayar
pohon-pohon berenang
di tubuh laut merah
umat kehilangan tempat
kehilangan jati diri
tercium orama derita

muncul berita terbaru
umat-umat berlarian
di dalam media
banjir mengisap telapak kakinya
saat pagi baru saja terbangun
membuka tirai dunia sambil menangis

setelah itu
kabar terhangat
umat-umat kedinginan
dan tenggelam pada kedalam
laut luka

lantas dadamu
tidak kah bergelombang
ataukah isi kepalamu sedang berpesta
di hadapan lahan-lahan yang telanjang
atau kah?

Ambon, 25 Juli 2024

Comments (0)
Add Comment