PEKANBARU-TIRASTIMES: Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Dr. Khofifah Indar Parawansa, menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal ini disampaikan pada acara Bedah Buku Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari: Ulama Pemersatu Umat karya KH. Abdul Hakim Mahfudz, cucu Hasyim Asyari di Gedung Balai Serindit, Pekanbaru, Ahad (15/12)
Kegiatan bedah buku ini disambut antusias oleh mulai dari tokoh masyarakat, akademisi, hingga generasi muda. Semua tampak semangat menjunjung tinggi persatuan dan nilai-nilai kebangsaan harus terus dipupuk untuk menghadapi tantangan di masa depan.
Ketum Muslimat NU Riau, Dinawati, MM melaporkan sekitar 600 orang tamu ikut hadir di acara tersebut. Bahkan, 10 PW Muslimat NU se- Sumatera hadir lengkap. Selain itu, hal yang membanggakan, dua kader Muslimat NU masing-masing berhasil memenangkan Pilkada yang baru berlangsung yakni Dr. Afni menjadi Bupati Siak Sriindrapura yang juga Ketua PC Muslimat NU Siak dan Dr. Misharti menjadi Wakil Bupati Kampar.
Ketum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawangsa selanjutnya mengemukakan, persatuan adalah modal utama bagi Indonesia sebagai negara yang terdiri dari berbagai suku, agama dan budaya. Terlebih, Islam sebagai mayoritas penduduk di Indonesia harus memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan dalam merawat keberagaman dan menjaga keutuhan bangsa.
“Hari ini adalah titik kedua kita untuk membedah buku dari Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari yang tujuannya itu untuk pemersatu umat Islam Indonesia. Karena pada dasarnya PR di negeri ini persatuan, persatuan, persatuan,” katanya.
Dijelaskan, umat Islam harus menjadikan perbedaan sebagai rahmat. Ia mengutip ungkapan, Ikhtilafu ummati rahmatun, yang berarti bahwa perbedaan di antara umat harus dipandang sebagai berkah, bukan sumber perpecahan.
“Jadi lebih penting dari itu sebetulnya kita mengajak semua pihak ayo bersatu, bersatu, bersatu. Jangan sampai perbedaan menjadi alasan untuk memecah belah umat atau bahkan bangsa,” jelasnya.
Ia juga mengajak semua pihak, tanpa memandang latar belakang, untuk bersatu dalam menjaga keutuhan NKRI. Karena menurutnya, melalui acara ini masyarakat dapat bersatu dan menjaga tali persaudaraan.
“Dengan begitu jangan sampai perbedaan itu menjadi sumber perpecahan umat, jangan sampai ada perpecahan dari komunitas untuk bangsa. Jadi sebetulnya niatannya adalah bagaimana memanggil memori seluruh warga bangsa, bukan hanya NU, bukan hanya muslimat. Tetapi kita semua menjadi referensi dalam membangun persatuan dan persaudaraan,” terangnya.
Sementara itu, Pj. Gubernur Riau diwakili Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Pemprov Riau, Dr. Imron Rosyadi, sangat mengapresiasi l
acara tersebut. Ia menyampaikan kegiatan ini berarti penting untuk mengenang perjuangan tokoh bangsa.
“Alhamdulillah, kegiatan bedah buku ini mengingatkan kita pada perjuangan seorang ulama besar sekaligus tokoh bangsa, Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari. Buku ini, yang ditulis oleh cicit beliau, mengupas tentang bagaimana perjuangan beliau dalam menyatukan umat Islam dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia,” ungkap Imron.
Imron menuturkan, Pemprov Riau selalu mendukung penuh kegiatan organisasi keagamaan. Karena menurutnya, hal itu dapat sebagai memperkuat nilai persatuan dan kebangsaan.
“Kami sudah memfasilitasi bedah buku ini yang ditaja oleh PWNU Riau. Kedepan, kami akan memberikan dukungan lebih besar kepada organisasi keagamaan melalui anggaran hibah, sesuai dengan proposal yang diajukan,” tuturnya. (NS/Wid/Kbr.com).