Sorek Satu, 8 Agustus 2026
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Kelompok 95, melaksanakan kegiatan sosialisasi anti-bullying di SDN 018 Sorek Satu. Pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa, dalam memberikan edukasi kepada siswa. Mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying.
Kegiatan sosialisasi dilaksanakan dengan pemateri Nuri dan Zayyanah, sosialisasi ditujukan kepada siswa SDN 018 Sorek Satu. Penyampaian materi yang disesuaikan dengan usia dan pemahaman siswa sekolah dasar.
Dalam kegiatan tersebut, Nuri dan Zayyanah memberikan pemahaman mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk bullying, dampak bullying, serta cara mencegah dan menghadapi tindakan bullying. Para siswa juga diajak untuk memahami bahwa tindakan seperti mengejek, menghina, mengucilkan, mengganggu, maupun melakukan kekerasan kepada teman dapat memberikan dampak negatif.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak siswa untuk lebih memahami bahwa setiap teman harus diperlakukan dengan baik dan saling menghargai. Kami berharap siswa dapat berani menolak tindakan bullying, serta membantu teman yang mengalami perlakuan tidak baik.” ujar Nuri, salah satu pemateri dari KKN Kelompok 95 UMRI.
Sementara itu, Zayyanah menyampaikan bahwa pencegahan bullying perlu dimulai dari lingkungan sekolah. Membangun kebiasaan saling menghargai dan peduli terhadap sesama.
“Kami berharap setelah mendapatkan sosialisasi ini, siswa dapat menerapkan sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari. Jangan menjadikan kekurangan atau perbedaan teman sebagai bahan ejekan, tetapi jadikan perbedaan sebagai sesuatu yang harus dihargai,” ujar Zayyanah.
Sosialisasi juga dikemas secara interaktif, melalui komunikasi dan contoh situasi yang dekat dengan kehidupan siswa. Mahasiswa mengajak siswa untuk mengenali perilaku bullying, serta memberikan pemahaman mengenai tindakan yang dapat dilakukan apabila mereka melihat atau mengalami bullying. Salah satunya dengan melaporkan kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya.
Salah satu guru SDN 018 Sorek Satu turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN Kelompok 95.
“Kegiatan ini sangat baik untuk memberikan pemahaman kepada siswa sejak dini mengenai bullying. Anak-anak perlu mengetahui bagaimana cara menghargai teman dan menjaga perasaan satu sama lain agar lingkungan sekolah tetap nyaman,” ujar salah satu guru SDN 018 Sorek Satu.
Melalui kegiatan ini, KKN Kelompok 95 UMRI berharap siswa dapat meningkatkan rasa empati, kepedulian, dan sikap saling menghargai. Edukasi anti-bullying diharapkan tidak hanya berhenti pada saat sosialisasi, tetapi juga dapat diterapkan dalam interaksi siswa sehari-hari di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
Kegiatan sosialisasi anti-bullying ini menjadi salah satu bentuk kontribusi KKN Kelompok 95 UMRI, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Bapak Mizan Asnawi, SE., M.Ec.Dev dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, positif, dan bebas dari tindakan bullying.
Penulis: Tim KKN Kelompok 95 UMRI