Sosialisasi Budidaya Maggot sebagai Upaya Pemanfaatan Sampah Organik di Desa Bandar Sungai

Bandar Sungai, 2 Agustus 2026Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Kelompok 48 Bandar Sungai melaksanakan kegiatan Sosialisasi Budidaya Maggot pada Minggu, 2 Agustus 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman Masjid Dusun II, Desa Bandar Sungai, dan dihadiri oleh masyarakat setempat.
Kegiatan sosialisasi ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa KKN Kelompok 48 UMRI dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan sampah organik melalui budidaya maggot. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga, khususnya sampah organik, agar tidak hanya dibuang begitu saja.

Maggot merupakan larva dari lalat Black Soldier Fly (BSF) yang memiliki kemampuan dalam menguraikan berbagai jenis sampah organik. Sisa makanan, sayuran, buah-buahan, dan limbah organik rumah tangga dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan maggot. Oleh karena itu, budidaya maggot dapat menjadi salah satu alternatif sederhana dalam membantu mengurangi jumlah sampah organik yang dihasilkan setiap hari.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memberikan penjelasan mengenai pengenalan maggot, manfaat budidayanya, tahapan pemeliharaan, hingga cara memanfaatkan sampah organik sebagai pakan maggot. Masyarakat juga diberikan informasi mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses budidaya, seperti tempat pemeliharaan, pemberian pakan, serta kondisi lingkungan yang sesuai agar maggot dapat berkembang dengan baik.

Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami dan dapat diterapkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi dan tanya jawab. Masyarakat diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan mengenai budidaya maggot, terutama mengenai cara memulai budidaya dari skala rumah tangga dan pemanfaatan sampah yang tersedia di lingkungan sekitar.

Masyarakat yang hadir juga diberikan pemahaman bahwa sampah organik rumah tangga sebenarnya masih memiliki nilai guna apabila dikelola dengan baik. Salah satunya melalui budidaya maggot yang dapat menjadi alternatif dalam mengurangi jumlah sampah organik sekaligus memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sumber pakan bagi ternak dan ikan. Dengan demikian, pengelolaan sampah melalui maggot tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi apabila dikelola secara berkelanjutan.

Antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung. Peserta mengikuti penyampaian materi dan turut berdiskusi mengenai cara memulai budidaya maggot di lingkungan rumah. Beberapa peserta juga menunjukkan ketertarikan untuk mengetahui lebih jauh mengenai proses pemeliharaan dan pemanfaatan maggot. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa KKN untuk berbagi pengetahuan sekaligus mendengarkan pengalaman dan tanggapan masyarakat terkait pengelolaan sampah di Desa Bandar Sungai.

Melalui kegiatan Sosialisasi Budidaya Maggot ini, mahasiswa KKN Kelompok 48 UMRI berharap masyarakat dapat memperoleh pengetahuan baru mengenai pengelolaan sampah organik yang lebih bermanfaat dan berkelanjutan. Masyarakat diharapkan dapat mulai menerapkan kebiasaan memilah dan memanfaatkan sampah organik dari lingkungan rumah tangga sehingga jumlah sampah yang dibuang dapat dikurangi.

Selain membantu mengurangi limbah rumah tangga, budidaya maggot juga diharapkan dapat menjadi salah satu peluang yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat apabila dikembangkan secara berkelanjutan. Pengetahuan yang diberikan melalui kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada saat sosialisasi saja, tetapi dapat diterapkan dan dikembangkan oleh masyarakat sesuai dengan kondisi serta kebutuhan di lingkungan Desa Bandar Sungai.

Kegiatan Sosialisasi Budidaya Maggot menjadi salah satu langkah mahasiswa KKN Kelompok 48 UMRI dalam mendukung terciptanya lingkungan Desa Bandar Sungai yang lebih bersih, produktif, dan memiliki kesadaran terhadap pemanfaatan sampah secara bijak. Melalui edukasi dan pemanfaatan teknologi sederhana seperti budidaya maggot, diharapkan masyarakat dapat melihat sampah organik bukan hanya sebagai limbah, tetapi juga sebagai sesuatu yang masih dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai guna.

 

Comments (0)
Add Comment