Kuramu Resah Jadi Puisi: Puisi Dhimas Pangeswara

di gemerlap cahaya terang jalan thamrin, aku sapa jejak-jejak dari berbagai pulau, lembah dan kota, “cara kilasan ide di kepala jelma
puisi bertabur keindahan kata?”

antusias jawab kembara pada jiwa
: puisi curahan rasa dari langkah yang mengalir bersamai hari; imajinasi berlayar saat kayuh hidup yang terberi; berisik di nalar mengular bersama kata tentang resah pada sistem yang ada.

aku tertegun cerna kalimat ringkas aneka pikiran, tatap lampu-lampu gemerlap jalan thamrin, angin mengusap kulit, dingin menusuk. orang-orang ramai gelak tawa;
entah itu murni gembira, atau
tipuan bahagia.

langkahku pergi dari ramai yang terasa hampa pada jiwa, ingin sepi sendiri merangkum untaian kata teman-teman jadi puisi, yang memberi arti pada hidup ini.

Jakarta, 29 Maret 2025

Dhimas Pangeswara, lelaki kelahiran Jakarta 31 Desember. Sejak remaja telah mulai menulis puisi. Buku puisi: Aku, kamu, Kehidupan Sosial dan Alam; Lintasan Langkah. Antologi puisi diantaranya: Derai Puisi Pendar Imaji, Yogya Tak Cukup Semalam, Kota Semakin Tua, Ziarah Sajak. Aktif di kelas puisi Asqa Imagination School. Akun IG @mas.dhiem

Comments (0)
Add Comment