Lajang Celur: Puisi Zainul Dakwah Arabi

Selanjutnya setelah tiada juga benar benar ada
Hampir habis tarif sadar disandar
Keluar dari legam buta sepasang bola mata

Tapi terlambat, hanya tinggal panjat di dada
Jiwa sudah jauh di lampau, hadir saat henti mukim
Kau dan aku ditangguh rona yang hanya sekedar lihat tapi tidak melihat

Ada di sisi lain, di pinggir sini ada rasa menggantung
Tidur dia memikul tubuh lusuh penuh keterlambatan
Cepat sampainya jiwa-jiwa itu di lahat
Di Malakut, alam cahaya tersandung ia sampai tergesa-gesa

Ia benar ia ada
Tapi tidak ke setiap pasang jiwa di dunia
Lajang celur, dimana rusukmu setelah Adam wafat satu juta tahun

9 September 2024

 

Comments (0)
Add Comment