Jemaah Kelembutan dan Mata Air di Balik Bulan: Puisi Aethera Aditi

Di antara riuh tawa dan bingung yang belum genap,
engkau merajut sabar menjadi lengan yang panjang.
Menampung lelah yang tak pernah dibiarkan mengeluh,
telaten menuntun langkah kecil yang sering tersandung.
​Engkau adalah sepotong bulan yang tak repot menunggu malam.

Cahayanya pelan-pelan menyusup ke laci-laci meja kelas,
menerangi pertanyaan-pertanyaan lugu jemari mungil itu,
meyakinkan mereka bahwa gelap hanyalah terang yang sedang bersiap.

​Terima kasih untuk segala yang luput kami hitung.
Waktu kelak mungkin akan melipat hari-hari ini menjadi masa lalu,
namun pendar dari bulan itu telah memilih tempatnya untuk tinggal—
meresap di dada, dan tak akan pernah bisa dipadamkan lupa.

Batu, 26 Juni 2026

Aethera Aditi adalah penulis asal Kota Batu yang meyakini bahwa buku dan literasi adalah cara terbaik merawat dunia. Selain menjelajahi kedalaman fiksi melalui puisi, cerpen, dan novel, ia juga aktif meramu esai naratif serta tulisan nonfiksi. Untuk ruang diskusi dan kolaborasi lebih lanjut, Aditi dapat disapa melalui; IG: @aethera_aditi

Comments (0)
Add Comment