Lautan Teduh: Puisi Denok Ayu Uni Aisandi

Sepertinya, kau simpan laut di dalam dadamu
Kucari-cari tepi, tak juga aku temukan
Batu kulempar beribu-ribu
Ombak kecil kau kembalikan

Barangkali, laut itu lautan teduh
Saat kapal melintasi Selat Magellan
Kubawa kacau pada tenangmu
Tidurkan riuh di atas anjungan

Oh sayang,
Kukira, lautan teduh paling sabar
Tiap jengkal lembut gelombang
Kapalku terus berlayar
Hingga Super Mangkhut meliuk ganas di bola mata yang gamang

Kau bisa marah? Tak kusangka!
Pada cekungan-cekungan emosi yang kau simpan rapih
Getaran hancurkan apapun saat tak bisa kau tahan lagi

Bekasi, 23 Mei 2024

Denok Ayu Uni Aisandi. Lahir di Surabaya, 3 Juni 1992. Hobi travelling, bernyanyi dan menonton film. Alumnus Pertanian, Angkatan 47 – Institut Pertanian Bogor (IPB). Mulai masuk ke dunia literasi pada bulan Mei 2024. Karyanya sudah dimuat di beberapa media serta masuk dalam antologi puisi bersama nasional. Bergabung di Asqa Imagination School dan Kelas Puisi Bekasi. IG: @denokaisandi

 

Comments (0)
Add Comment