Lidah
Oleh: Satsuki Fatimova
Lidah—
sebilah pedang tanpa besi,
ia bisa menoreh luka
atau menyulam doa.
Kadang manis bagai madu,
kadang getir bagai empedu.
Ia ringan bergerak,
tapi berat ditanggung.
Satu kata bisa jadi jembatan,
satu kalimat bisa jadi jurang.
Lidah adalah saksi,
mencatat siapa diri.
Kalisat, 05 September 2025
Satsuki Fatimova, nama pena dari Fatimah Fha, lahir di Jember sebagai anak bungsu dari dua bersaudara. Ia merupakan alumni Pondok Pesantren Maqna’ul Ulum, Sukorejo, Sukowono, Jember. Nama Satsuki Fatimova diberikan oleh seorang senior yang sudah dianggapnya seperti kakak sendiri, menjadi penanda fase baru dalam perjalanan batinnya sebagai penulis.
Baginya, menulis bukan sekadar merangkai kata, melainkan merawat makna. Setiap paragraf adalah doa, dan setiap cerita adalah jalan pulang menuju versi terbaik dari diri sendiri.
Ia aktif menimba ilmu kepenulisan, salah satunya dengan belajar puisi di Asqa Imagination School #61, yang turut membentuk gaya dan karakter karyanya. Hingga kini, ia telah melahirkan sejumlah karya, di antaranya: Naily Zakiyatun Nufus (2023), Optimalisasi Diri (2024), Langit Pesantren (2025, e-book), Eclipse of Valthera (2025), Mengenang Kisah Merajut Kasih (2025), serta Simfoni Rasa (2025). Selain itu, ia juga berkontribusi dalam 51 buku antologi.
Perjalanan kepenulisannya turut diwarnai prestasi, seperti Juara 3 Lomba Puisi Spesial Milad Founder Aksi Akademi Syiar Islam (Februari 2025), Juara 2 Lomba Cipta Puisi Perempuan Asqa Imagination School (Juli 2025), dan masuk 10 besar Lomba Cipta Puisi Hujan Asqa Imagination School (Agustus 2025).
Saat ini, ia aktif berkiprah sebagai editor di Klinik Nulis. Mari berkenalan dengannya di Instagram: @satsuki.ft_