I
ia berpulang
dengan selimut kain kafan
yang dirajut dari katakata
yang hilang tenaga
II
ia berpulang
dengan batu nisan
yang terbuat dari katakata
yang hilang suara
III
ia berpulang
dengan taburan bunga
yang dipetik dari katakata
yang hilang harum
IV
ia pulang
ke tempat paling sepi
V
di batu nisannya tertulis
“di sini, telah terkubur penghianat katakata.”
(2026)
Adipati Deiter, lahir di Jakarta, lulusan Universitas Muhammadiyah Jakarta. Selain menulis puisi ia juga tertarik dengan streetphotography. Berkarya bersama Forum Lingkar Pena. Buku-bukunya yang sudah terbit antara lain: Lelaki penakluk badai (2017), Antologi surat untuk kaki langit Palestina (2018), Antologi Sepotong roti di langit tragedi (2018), Prahara (2018), Mendung di langit Jogja (2018), Antologi memeluk hujan (2018), Antologi Merengkuh Cahaya (2019), Antologi Majelis rindu (2019), Sayap-sayap malaikat dan matahari (2019), Antologi Sakura tanpa bunga (2019), Aroma kopi & hujan pagi (2020). Untuk tegur sapa dan jaringan pertemanan kunjungilah:
Instagram: @adipatideiter
Youtube: @adipatideiter
Tiktok: @adipatideiter
Surel: adipatideiter@gmail.com