Mencandu Tuhan: Puisi Alif Hazen

Rintik baru saja bersua
Burung-burung langsung
saja meminta reda
Sedang kembang di buritan
masih ingin beroleh segarnya bulir awan
Yang direguk, jatuh dari air nirwana.

Nak, bukankah kau akan terus haus cinta kasih-Nya
Hingga saja tak akan kau temui pucuknya
Sampai temu menjadi obat dari dahaga.

Kemarilah!
Rindu-Nya adalah rindumu
Ia adalah sebenar-benar candu
Yang melewati batas ruang dan waktu.

Gresik, 04 April 2022

Alif Hazen, kelahiran 5 Mei. Finalis Anugerah COMPETER Indonesia 2025. Lebih menyukai literasi dan puisi dibanding gosip kanan-kiri. Pernah menyabet juara 1 Menulis Cerpen 1000 Yatim 2010 se-Jawa Timur dan beberapa event puisi tingkat komunitas. Tulisannya; puisi, cerpen dibukukan dalam beberapa antologi bersama penulis lain. Mari lebih dekat di karyaalifa.blogspot.com dan ig @alifa_56.

 

Comments (0)
Add Comment