Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri
Ungkap sang Proklamator sedang berorator
Dibenaknya sudah terbayang kehidupan orang-orang yang Kotor
Sering datang dengan menteror untuk hidup yang glamor
Padahal semua tujuan mereka adalah nol hanya untuk mencari pamor
Merdeka teriak disana dan Merdeka teriak disini
Segalanya berteriak merdeka
Untuk satu bangsa dan satu Negeri
Negara Indonesia yang ku cintai
Kebiasaan hidup menjilat dan taat kepada barat
Dimanjakan pula oleh Sembilan naga yang terus menganga
Membuat kebodohan memenangkan Idealisme dan kebenaran
Sehingga kebijakan politik pun digelitik hingga semuanya kini dibuat asyik
Berunding cukup hanya dengan cara berbisik, dengan menggunakan ujung jari yang lentik
Apa kabar bapak apa kabar ibu apa kabar semua
Bertanya kabar ternyata ada mau mu
Angka ini kutulis seribu, sepuluh ribu, jutaan ribu bahkan miliaran
Tapi jangan lupa segalanya bisa jadi bebas dan juga bisa asli menjadi palsu
Bila kekuasaan adalah semu, kebijakan cuma meniru
Pandainya hanya ngoceh melulu
Maka ketahuilah olehmu wahai saudaraku
Itulah awal dari penjajahan yang diceritakan oleh Proklamatorku
Bengkalis, 13 Agustus 2025.
Hendrizon Lahir di Bengkalis 17 Juli 1979. Bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil bagian Kehumasan pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis. Pada 24 Februari 2024 resmi dilantik sebagai anggota Perkumpulan Rumas Seni Asrizal Nur (PERRUAS) Riau sebagai Koordinator untuk Kabupaten Bengkalis Masa Bhakti (2024 -2026). Mulai Aktif menulis sejak tahun 2021.No.Hp/WA 0813 1533 2965.