Mozaik || Manajemen Risiko

Ada sebuah makna yang merupakan gabungandua karakter huruf Mandarin yang ditulis menjadi satu satuan sebutan yaitu 危机 (weiji), yang artinya krisis; 危 (Wei) atau bahaya dan 机 (ji) yang berarti peluang atau kesempatan. Sebuah krisis tergantung siapa yang memandangnya; bila krisis disikapi sebagai kehancuran maka habislah peluang itu. Sebaliknya, jika krisis dipandang sebagai suatu kesempatan untuk mendapatkan sejumlah keuntungan, maka seharusnya itu positif. Memandang manajemen risiko dapat diparalelkan dengan krisis, ya tergantung paradigma yang dipergunakan.

Ambil contoh, kita tahu  akibat wabah pandemi covid 19, semua segi kehidupan mengalami perubahan. Bila sebelumnya masker hanya dijual untuk kepentingan orang-orang di rumah sakit, kini masker menjadi barang keperluan pokok. Bagi produsen masker, pandemic covid 19 dianggap peluang yang menguntungkan, tentu saja ini tidak berlaku bagi sektor pariwisata, misalnya. Sektor produsen vitamin yang dikategorikan bisnis sektor industry farmasi jauh lebih beruntung dibanding sektor industri transportasi udara. Dan masih banyak hal lagi yang bisa diambil contoh, tetapi ini semua sebagai akibat rotasi timbulnya anggapan terhadap sesuatu yang dinilai sebagai “peluang” atau “bahaya”.

Jadi, manajemen risiko terjadi dapatlah disebutkan bahwa untuk mereduksi ketidakmampuan seseorang ataupun organisasi untuk menjalankan beban yang akan dihadapinya, tetapi beban yang akan dihadapinya itu dialihkan kepada pihak lain untuk diproduksi menjadi peluang baru bagi penerimanya. Maka  hakikat risiko itu adalah tergantung siapa yang mengelolanya.  Saya meminjam cara pikir filsafat Meditranea; bila risiko kita anologikan sebagai bola, dan bila bola yang dimainkan Ronaldo kita pinjam  untuk dimainkan, apakah permainan kita semenarik permainan Ronaldo? Tidak dapat ditampik bahwa risiko perlu diolah dengan pengetahuan.*

mozaiknyotoopini
Comments (0)
Add Comment