Mozaik ||Manajemen Risiko

Sahabat saya Abby, pengusaha muda, ia sangat gemar tentang ilmu-ilmu filsafat. Saking sukanya, ia ikut beberapa pendidikan informal ilmu filsafat. Hal ini saya tuturkan supaya ulasan saya di bawah ini sungguh-sungguh mendapat sokongan keilmuan. Setidaknya, orang (Abby) yang saya ajak berdiskusi ini walaupun bukan berpendidikan formal doctorate, setidaknya beliau telah memposisikan diri dengan garis pengetahuan spesifik yang ia pelajari, ia ketahui, dan ia kuasai. Bagi saya seoarang Abby menarik dikarenakan kesehariannya ia berkutat dibidang bisnis murni (pure business oriented). Dia bukan dosen, bukan peneliti, juga bukan orang yang tunak dibidang pengetahuan kampus. Ia pedagang! Otak yang ada di kepalanya masih dipergunakan untuk cari duit. Orientasi materialisme, ya jelas.  Buktinya, ia membuat inovasi-inovasi pada sistem usahanya; display product, sales service hingga competitive price ia tawarkan untuk produk-produk yang dia dagangkan. Ia berupaya tampil beda. Ia juga masuk pasar persaingan bisnis sejenis. Tapi saya tidak bincangkan soal itu, melainkan sepenggal isu tentang manajemen risiko yang dia tanyakan pada diri saya.

Dalam suatu sesi obrolan, Abby menyatakan bahwa saya berhasil mengalihkan risiko usaha yang saya miliki. Hal itu wajar bila merujuk pada pengetahuan yang saya miliki, katanya. Sampai di sini saya sebenarnya tidak setuju dengan Abby, tetapi saya masih mempertimbangkan ketidaksetujuan saya tadi terhadap maksud ucapannya pada konteks “pandai”. Ingat, bahwa Abby di otaknya terlalu banyak pengetahuan yang berbasis filsafat (based on philosophy knowledge). Alasan yang tidak logis dan ilmiah, tak akan mudah diterimanya (barangkali pun ditolak mentah-mentah). Sebab itu, saya terlalu hati-hati untuk membuat pernyataan-pernyataan sevariannya.

Secara umum manajemen risiko berdasarkan etimologi terdiri dari dua suku kata, yaitu “manajemen” dan “risiko”. Manajemen merupakan cabang ilmu ekonomi yang mempelajari tentang perencanaan, pengorganisasian, pengaktualisasian, dan pengawasan dalam upaya mewujudkan suatu tujuan dengan bantuan orang lain (Mary Parker Follet; Harold Koonstz & Cyrill O’Donnel, 1996; George R. Terry (1960), Peter F. Drucker (1990). Hakikat terpenting dalam manajemen adalah perencanaan, proses, hasil, dan tujuan (input – process – output – outcomes). Sedang risiko adalah kesempatan kerugian yang akan dialami (risk is the chance of loss), dimana chance of loss biasanya dipergunakan untuk menunjukkan suatu keadaan dimana terdapat suatu keterbukaan (exposure) terhadap kerugian atau suatu kemungkinan kerugian yang akan terjadi.

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan