sepasang merpati putih mendengar suara keras tanpa melihat catatan waktu
angkasa membahasakan jika bumi itu sempurna
kemegahan cermin besar mampu menyamai gerakan berbayang
serangga petir berkedip di udara kabur
menunggu matahari pagi bersinar terang hingga pawana melayangkan angan
melingkari tanggal cantik di akhir kotak sejarah
lembaran foto hitam putih mengingatkan kembali pada masa remaja
daftar rencana yang pernah tertinggal di kolong meja akan menjadi sebuah kisah klasik
diabadikan dalam museum nostalgia
bersenandung ria menciptakan momen langka
mengubah makna menjadi lebih berona
Berharap esok akan terus tumbuh bersama bintang kehidupan
Ketapang, 03 Agustus 2026
Amanda Amalia Putri, lahir di Banyuwangi. Mengisi waktu luangnya dengan menulis puisi. Puisi-puisinya termuat di Banera.id, Bantenhejo.com, biliksastra, darus.id, KBA News, Madurapers, Mbludus.com, MediaKTM, NOLESA.COM, Riausastra.com, Salik.id, pronesiata.id, Sanggam.id, SumenepNews.com, dan sepenuhnya.com. Beberapa puisinya termuat dalam buku antologi bersama antara lain: Pengembara Rindu(2020), Senandung Bait Cinta Pertama(2023), Gugur Cinta ke Pelukan Rindu(2023), Rahasia Hati Yang Tak Pernah Terucap(2023), Simpul Rasa(2023), dan Aku di Garis Penantian(2024), Jejak Masa lalu(2025), dan Luka yang tak Bersuara(2025).