Pada Satu Tafsir: Puisi Ade Puspita Ningsih

Di atas bukit yang tinggi
Dinding tebing muram dalam sepi
Terdengar cawi bernyanyi sendiri
Memanggil kekasihnya kembali
Kemana gerangan pergi?

Petang menjelang
Mengantar mentari tumbang
Dalam tunggu termangu
Menyusur nasib
Menghitung telapak tangan

Sebermula angan ku membumbung ke angkasa
dan kembali rebah ke tanah
Suaramu rendah di kaki bukit
Namun tak pernah lagi tumbuh
Suaramu ringkih di lereng bukit
Namun tak pernah lagi utuh

Bayang mu terasing
Sesudah senja merah terbanting

Berapa lama lagi?
Suaramu diantar hening

Comments (0)
Add Comment