Pentigraf : Misteri Percikan Darah | M.Rizal Ical

Misteri Percikan Darah

Percikan darah di jendela depan mengagetkanku. Melihat warna merah segar aku dapat memastikan kalau darah itu darah manusia. Darah siapa? Merinding tubuhku mengingat dalam seminggu teakhir sudah dua kali aku menemukannya di dua waktu berbeda. Pagi dan senja hari. Aneh, darah itu bukan saja di jendela, tetapi tetes-tetesnya menuju rimbunan pohon bambu yang berjarak lebih kurang seratus meter dari rumahku. Cepat-cepat aku menyiramnya dengan air.

Ketika istriku bertanya, aku hanya berkata mau menyiram tanaman. Aku tak mau kehamilannya yang sudah menginjak bulan kesembilan terganggu atau nanti malah membuat stres. Hanya kepada nenek Sumi, aku bertanya sambil berbisik. Kelihatan nenek Sumi mengangguk-angguk mendengar perkataanku. Di luar dugaanku, nenek Sumi menyampaikan sesuatu yang membuatku merinding. Menurut nenek Sumi, di Kampung ini, Ada manusia yang bersekutu dengan jin yang meminta tumbal darah perempuan hamil sulung. Sebagai guru baru yang ditugaskan di kampung ini, tentu aku merasa ketakutan.

Pada malam jum’at, aku menghadiri jemputan kenduri di rumah kepala kampung. Dengan naik sepeda motor, menuju ke tempat kenduri setelah menitipkan istriku kepada nenek Sumi. Baru lima menit, tiba-tiba perasaanku tidak enak. Aku berbalik arah kembali ke rumah. Sengaja motor aku parkir agak menjauh. Dari celah jendela aku melihat seringai menakutkan nenek Sumi sambil menusuk jarinya dengan jarum dan menampung darahnya pada sebuah botol. Kakiku menggigil.

Rumah Cinta, 10 Desember 2020

M. Rizal Icalpentigraf
Comments (3)
Add Comment
  • Nur laely

    Cerita nya bagus keren
    Maaf tuk kaki menggigil mungkin gemetar karena melihat sesuatu yg t terduga dan mengerikan

  • M. Rizal

    Terima kasih atas komentarnya, Alhamdulillah..

  • Asep Eri

    Ideu ceritanya menarik, ada kejutan di akhir cerita ternyata Nenek Sumi lah orang yang bersekutu dengan jin.