Percakapan Terakhir: Puisi Lia

gelap telah datang
saat aku dan kamu
berdiri di puncak
gedung tua itu
menatap senja yang perlahan berlalu
ditemani secangkir kopi pahit

kala hening menyelimuti
terlolos satu kalimat dari bibirmu
aku ingin pulang
kata yang membekas dalam ingatanku
terpatri sampai detik ini

aku mengiyakan dan kita
berlalu dari gedung itu
petang menyelimuti bumi
saat aku menerima kabar
kamu telah berpulang
bukan,
bukan ke rumah tempat tinggalmu
namun, kamu berpulang ke rumah keabadian
yang telah disiapkan Tuhan

gedung tua itu menjadi saksi bisu
percakapan kita dan keinginanmu sore itu
gedung tua itu
menjadi saksi
akhir dari pertemuan kita

Lombok, 26 Oktober 2024

Lia adalah nama pena dari gadis yang bernama Yuliani, lahir di Meninting-Batulayar (Lombok Barat), 04 Juni 2002. Menamatkan pendidikan Tsanawiyah dan Aliyah di Madrasah Ishlahul Muslimin Senteluk tahun 2020. Saat ini ia sedang bekerja di sebuah rumah makan. Selain suka menulis dan membaca, ia juga suka dengan hal-hal yang menantang. Motto hidupnya “Jangan pernah menyerah, kamu tidak akan pernah tahu kalau tidak mencobanya”.

Comments (0)
Add Comment