Perruas Gelar Halal Bihalal dan Peluncuran Buku Antologi Puisi Ramadan 1447 H

PEKANBARU –TIRASTIMES: Perhimpunan Rumah Seni Nusantara (Perruas) sukses menyelenggarakan perhelatan akbar bertajuk Halal Bihalal dan Peluncuran Buku Antologi Puisi Ramadhan 1447 H pada Sabtu (18/04/2026). Bertempat di Ballroom Hotel Mutiara Merdeka, Pekanbaru, acara ini menjadi momentum penting bagi pelestarian sastra di era digital.

Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 200 peserta ini meluncurkan buku antologi puisi setebal 270 halaman. Karya monumental ini menghimpun buah pikir dari 181 penulis asal negara-negara ASEAN dan telah mengantongi ISBN Internasional dari Amerika Serikat.

Pimpinan Perruas Indonesia, Dato’ Sri Asrizal Nur, dalam sambutannya menegaskan eksistensi organisasi yang dipimpinnya sejak 2014.
“Perruas telah menjalankan program kerja berskala nasional maupun internasional, termasuk meraih beberapa rekor MURI. Saat ini, kami tengah mempersiapkan penyusunan Pantun Majelis skala ASEAN yang insya Allah akan diluncurkan pada Desember 2026 dengan Provinsi Riau sebagai tuan rumah,” ungkapnya.

Salah satu sorotan utama dalam acara ini adalah Orasi Budaya yang disampaikan oleh Rektor Universitas Lancang Kuning Riau Prof. Dr. Junaidi. Mengangkat tema “Dari Rasa ke Algoritma“, ia membedah pengaruh Artificial Intelligence (AI) terhadap masa depan karya sastra.
Beliau memaparkan bahwa meski AI mampu meniru ekspresi dan struktur bahasa manusia dengan sangat akurat, namun ada elemen vital yang tidak bisa digantikan.

“AI dapat meniru ekspresi manusia, namun karya sastra lahir dari jemari manusia memiliki ‘rasa’ dan kedalaman batin yang tidak dimiliki oleh algoritma,” tegas Prof. Junaidi.

Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Kepala Dinas Pendidikan, Dr. Syafrian Tommy, S.STP, M.Si, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah nyata Perruas dalam menjaga warisan budaya. Ia menyatakan kesiapan pemerintah untuk bersinergi dalam merawat khazanah sastra bangsa.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Perruas Riau, Yenni Sariani, M.Pd, memaparkan bahwa kiprah Perruas tidak hanya di dalam negeri. “Kami telah melakukan aksi nyata hingga ke luar negeri, seperti pembacaan puisi di Mesir, Mekkah, Madinah, hingga Korea Selatan dan beberapa negara lainnya” jelasnya.

Acara ini menjadi ajang silaturahmi bagi para tokoh birokrasi, akademisi, dan budayawan lintas negara, di antaranya Syamsurizal (Wakil Bupati Siak) beserta istri, Ummi Kalsum (Ketua Balai Bahasa Provinsi Riau), H. Mohd. Nasir, M.Pd (Koordinator Perruas Wilayah Sumatera), Agusnilawati, S.Pd (Ketua Panitia), Tokoh Budaya: Dato’ Seri Ikram Jamil, Kazzaini KS, dan Zamri H. Jamaluddin (Brunei Darussalam), perwakilan PGRI dan MKKS, serta anggota Perruas yang hadir.

Suasana religius tetap kental terasa melalui kultum yang disampaikan oleh Al-Ustadz Dr. H. M Subhli. M. Si. Ia mengingatkan bahwa di dalam Al-Qur’an terdapat surah As-Syu’ara (Para Penyair), yang mengisyaratkan bahwa kata-kata yang dirangkai penyair dapat menjadi sarana pendekatan diri kepada Allah SWT.

Acara juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni, mulai dari tari persembahan, pembacaan puisi yang memukau, hingga diskusi budaya. Di akhir acara, Ketua Panitia Agusnilawati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung Riau sebagai tuan rumah perhelatan Pantun Majelis dan Pawai Pantun Majelis yang akan datang pada tahun 2026.

Comments (0)
Add Comment