dan padamu,
aku memancang jarak luka yang digambar dan berimu kabar kematian bisu untuk mulut kaku, kau akan setuju atau dibalik jaket racun itu kau ikat leher kata atau bisa jadi lempengan kaca-kaca retak yang baru kurekatkan.
atau kuharus merebus batu-batu akalmu, sejak dipaku oleh ranjau waktu atau lebih baik dibunuh saja pelangi berjenggot pada pantulan got-got, seperti tikus berjudi keju atau kerbau dan jalak sudah mengarak galak. dan di sini, dalam lubang kebodohan, pikiran beranak dalam katak-katak yang bertekak.
Rantauprapat, 13 Desember 2024
Yenni Reslaini. Lahir pada 14 Juni 1990 di kecamatan Marbau Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara. Anak ke-6 dari pasangan Almarhum Ramlan Ritonga dan Almarhumah Saridah Munthe. Alumnus dari Universitas Alwashliyah (UNIVA) Labuhanbatu jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Tergabung dalam forum menulis FLP cabang Labuhanbatu dari tahun 2015.