Pria Neptunus: Puisi Lisma Tarianbutar

Wajah pemulung itu bagai cahaya bulan
Tangan kekarnya mengangkat karung sebesar batu angkasa
Kaki kuat berjalan tinggalkan jejak di bumi
seberapa kuat dia?

Saat gelap melahap terang, dia pulang ke planet ternyaman
Berharap komet kemujuran turun,
sejenak dia ingat istrinya matahari
bercerita tentang kebun, sawah dan masa depan buah hati

Pria senja berjuang mengikuti gravitasi musim
Uban masih setia menemani
Tubuh kurus, keriput menjalar pada kulit jangat

Masa muda telah pergi
Dia genggam senyap dalam dekap dada tipisnya
Pria Neptunus berputar pada satelit kehidupan

Bogor, 9 Desember 2024

Delisma Anggriani Butarbutar, mempunyai nama pena Lisma Tarianbutar, lahir di Medan. Lisma Tarianbutar bekerja sebagai guruIa belajar puisi di Asqa Imagination School (AIS). Ia termasuk peserta peringkat 8 Anugerah COMPETER Indonesia 2024, sebuah ajang sastra. Tunak di Community Pena Terbang (COMPETER) – Indonesia. Juara 1 ABA XXIII tahun 2024.

Comments (0)
Add Comment