Proyek Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Terus Dikebut

PEKANBARU-TIRASTIMES : Proyek pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai terus dikebut guna memenuhi target yang harus dicapai. Proses pengukuran lahan untuk jalan tol Pekanbaru-Dumai kini dinyatakan  telah mencapai 100 persen.

Pernyataan itu diungkapkan Asisten II Setdaprov Riau Masperi kepada pers, Rabu (12/7) sehubungan perkembangan proyek jalan tol yang termasuk dalam agenda nasional.

“Seperti dikatakan oleh Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), pengukuran sudah 100 persen. Tinggal lagi nanti ada tim appraisal yang akan menghitung lahan untuk ganti rugi,” kata Masperi.

Menurut dia, setelah pengukuran selesai, tahapan selanjutnya yakni membayar uang ganti rugi terhadap masyarakat. Masperi menuturkan dari keseluruhan lahan yang diukur terdapat 23 persen yang masuk dalam wilayah Hutan.



“Untuk tetap dapat dipakai wilayah hutan tersebut akan diajukan pinjam pakai kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK),” ujarnya.

Seperti diketahui, proyek tol Pekanbaru-Dumai merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional yang diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar Rp16 triliun. Jalur tol ini terbagi atas enam seksi dengan total jarak 131 kilometer.

Pengadaan lahan untuk jalan tol pertama di Riau ini juga sudah tuntas dilakukan untuk enam seksi. Bahkan untuk seksi I sudah dilakukan pembangunan sepanjang 9,5 km.

Namun proses ini sedikit terhambat dengan di sekitar daerah Perawang (Siak) yang dikarenakan lahan wilayah hutan tersebut masuk konsesi Chevron. Saat ini proses pinjam pakai terhadap hutan tersebut belum selesai.

Diharapkan,  jalan tol Pekanbaru-Dumai ini sudah bisa dilewati kendaraan yang dapat memperlancar hubungan ibukota Provinsi Riau, Pekanbaru dengan kota industri Dumai tersebut. (Ber/NS)

Riau
Comments (0)
Add Comment