Lindang Landai | Puisi : F Kecil

Lindang Landai

dulu waktu masih hijau, nama kita dibatasi emoji hati atau simbol ampersan

terukir jelas di meja belajar, dinding-dinding kelas

rumah pohon pun ikut meromantisasi

“cie…”

goda sejawat agar sebandung pipi merah seperti di anime

itu masa silam

sesudah makan asam garam, bandarsah musnah

syajarah tinggal sejarah

kisah kau dan aku? lindang

celaka, kendati berahi hati bertahun-tahun ditenun

garansi bertahan dalam interelasi manis, hanya bintik utopis belaka

telatah murung tampak gamblang di tampang

arkian, berkat datang

linangan air mata tahu-tahu berubah menjadi curah inayat

Kota Bertuah, 10 April 2023 M/19 Ramadan 1444 H

F Kecil, lelaki yang lahir di Kota Sagu ini suka menulis puisi, cerpen, dan quotes. Bagian dari Forum Lingkar Pena (FLP) Pekanbaru dan Community Pena Terbang (Competer) Pekanbaru. Nama Instagram-nya yaitu @fhrlrznew, yuk mampir, mana tahu tersihir.
puisisastra
Comments (0)
Add Comment