Lindang Landai | Puisi : F Kecil

144

Lindang Landai

dulu waktu masih hijau, nama kita dibatasi emoji hati atau simbol ampersan

terukir jelas di meja belajar, dinding-dinding kelas

rumah pohon pun ikut meromantisasi

“cie…”

goda sejawat agar sebandung pipi merah seperti di anime

itu masa silam

sesudah makan asam garam, bandarsah musnah

Tulisan Terkait

Rempang: Husnu Abadi

Berita Lainnya

syajarah tinggal sejarah

kisah kau dan aku? lindang

celaka, kendati berahi hati bertahun-tahun ditenun

garansi bertahan dalam interelasi manis, hanya bintik utopis belaka

telatah murung tampak gamblang di tampang

arkian, berkat datang

linangan air mata tahu-tahu berubah menjadi curah inayat

Kota Bertuah, 10 April 2023 M/19 Ramadan 1444 H

F Kecil, lelaki yang lahir di Kota Sagu ini suka menulis puisi, cerpen, dan quotes. Bagian dari Forum Lingkar Pena (FLP) Pekanbaru dan Community Pena Terbang (Competer) Pekanbaru. Nama Instagram-nya yaitu @fhrlrznew, yuk mampir, mana tahu tersihir.

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan