AYAH AKU SUDAH DEWASA YANG TIDAK DEWASA
Ayah, di usiaku yang sudah dewasa ini
Aku sudah mulai terbiasa menjali kehidupan
dengan
tak lagi sepenuhnya
berharap lebih pada bahu ayah
untuk menaruh beban
Karena aku menyadari
sudah dari aku kecil ayah menahan air mata
yang jatuh demi anakmu ini bahagia
Tapi ayah, bolehkan nanti kupinjam lagi bahumu untuk istirahat sebentar saja,
sebab dalam perjuanganku, aku merasa beban di dunia ini terlalu berat
Ayah tidak marahkan kalau aku pinjam, sebentar saja
Yah maaf, kalau anakmu ini dikit-dikit mengeluh,
maaf kalau masih merepotkan
Ayah di luar sana, banyak sekali cobaan
banyak sekali orang-orang yang mengingatkan aku tentang sosok ayah
akan bagaimana perjuangan ayah dulu, berjuang tanpa mengeluh,
bermandikan keringat, mungkin juga
air mata yang begitu hangat.
Darimu ayah aku belajar banyak
Belajar tentang proses mengejar impian
tanpa harus menyerah, atau tak harus runtuh dengan kerasnya dunia
Ayah bolehkan ku pinjam kakimu
untuk berlari
untuk mengejar mimpi-mimpi yang balum jua kucapai hingga kini
Atau kupinjam isi kepalamu untuk memikirkan
bagaimana cara manggantikan susah dengan bahagia
Atau kupinjam tanganmu yang tak henti-hentinya bekerja tanpa menyerah
Yah, bisa kan aku pinjam, sebentar saja?
Ayah, aku tahu
bahkan seseisi dunia pun tahu
bahwa kamu adalah sosok yang tidak mengandung dan melahirkan
Akan tetapi banyak beban yang telah kamu kandung
agar nantinya dapat melahirkan senyum di raut wajah kami
Ayah anakmu sudah dewasa
Tapi belum bisa jadi ayah
yang tidak mengeluh atau pun menyerah
di setiap kali bekerja, di setiap kali diterpa masalah
yang datang dengan berbagai rupa
Yah, maafkan aku
yang belum mampu mendewasakan pikiran
di saat hadirnya berbagai beban perihal kerasnya gemeruh kehidupan.
Tahoku, 20 Februari 2022
Firman Wally, pria kelahiran Tahoku. Karya-karyanya sudah termuat di berbagai antologi puisi, di antaranya Antologi Puisi Dari Negeri Poci 10 “Rantau” Dari Negeri Poci 11 “Khatulistiwa” dan lebih dari empat puluh antologi lainnya. Ada pun karya-karya sastranya tersiar juga di berbagai media online dan di Majalah digitela seperti: Semesta Seni, Jurnal Kopi dan majalah Elipsis. Penulis buku Puisi “Lelaki Leihitu” 2021 dan “Kutemukan Penyesalan di Setiap Kehilangan” 2021.
Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Pentigraf, Esai, Pantun, Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel:
redaksi.tirastimes@gmail.com