MESIN MAUT
kita berangkat dari pinggiran wilayah persungutan
setelah meninggalkan seorang pesakitan yang kelaparan
ada kecelakaan melintas dalam pikiran di trotoar jalan
setelah itu sambil membawa sekeranjang kegelisahan tanpa koor-koor panjang
hujan gerimis menembus keterasingan kota untuk menjemput oma nakal yang diliputi kemalasan
setiap membuka mezbah malam
melewati bangsal-bangsal teralis besi baja
rumah sakit tanpa tangisan
kita seperti terjebak suara deru perang kematian membuka lahan kuburan
di sini kita bersekutu dalam doa yang dilumas minyak persundalan
sepertinya tak lama lagi
kita akan menikmati roti perkabungan
tragis
RSUD Cibinong, Jawa Barat, Rabu 21 September 2022
Pulo Lasman Simanjuntak, karya puisinya telah diterbitkan dalam 7 buku antologi puisi tunggal, dan kini sedang persiapan untuk penerbitan buku antologi puisi tunggal ke-8 berjudul BILA SUNYIKU IKUT TERLUKA. Ketua Komunitas Sastra Pamulang (KSP), anggota Dapur Sastra Jakarta (DSJ) dan bekerja sebagai wartawan.