Sedot Terus Sampai Pupus, Biar Kami Mampus | Puisi : Agoes S Alam

Sedot Terus Sampai Pupus, biar Kami Mampus

Entah apa jadinya perut bumi Riau hari ini
Beribu-ribu pipa yang tertancap tegap yang mengisap
Minyak beratus ribu barell setiap harinya
Entah berapa juta ton gas yang diinjeksikan masuk
Dalam rongga perut bumi itu
Entah berapa kubik uap yang disemprotkan
dalam celah-celah selit perut bumi itu
Entah berapa banyak molekul kimia masuk
dalam reservoir perut bumi itu
Semua kau masukkan hanya untuk memaksa minyak
yang tak mau keluar itu bisa keluar
Sekali lagi ujungnya hanya untuk meningkatkan
produksi yang artinya menggemukkan pundi-pundi
dollarmu dan entah siapa lagi yang terbabet

Aku dan Sakai hanya bisa membayangkan
termenung dan diam berjuta pertanyaan
Apakah yang akan terjadi dalam perut bumi kami ini..
Akankah tanah ini akan tenggelam sekalian menyeret
kami ikut bersama gas, uap, dan kimia itu..
Atau akankah tanah ini hanya tinggal nama saja lagi..
Entahlah…
Aku hanya berkata, “kalau ini bencana ekologis 
maka ketahuilah oleh kalian bahwa 
di tanah ini masih ada aku dan sakai 
yang akan menggugat kejahatan ini ..”

***

Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Esai Kritik Resensi, Peristiwa Budaya dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel: 
redaksi.tirastimes@gmail.com

puisisajaksastra
Comments (0)
Add Comment