Taj Mahal (II) | Puisi : Husnu Abadi

TAJ MAHAL (II)
/jawaban Mumtaz

Tidurku dah terlalu lama
Lebih dari empat ratus tahun
Aku tahu engkau mencintaiku dengan cinta yang luarbiasa
Sehingga engkau hampir lupa dengan kekasihmu yang lain
Yang juga punya hak untuk dicintai dan dikasihi
Aku hanyalah seorang manusia biasa
Yang kebetulan telah ditakdirkan untuk mendampingimu dan
telah memberimu anak-anak yang manis dan selalu dirindukan
Sungai Yamuna yang lembut dan selalu setia
Menyirami kesetiaan dan kehangatan
Engkau memang luar biasa, Shah Jehan
Tidak seperti kebanyakan laki-laki
Bersedia untuk selama-lamanya untuk tidak mencari penggantiku
Memang harga sebuah kesetiaan akan selalu dikaji ulang
Karena begitulah manusia
Setiap zaman punya penafsiran yang berbeda
Tetapi bagaimanapun
Lebih dari empat ratus tahun
Aku merasakan keagungan cintamu
Aku merasakan kehangatan rindu-rindu
Cobalah engkau saksikan, Shah Jehan
Setiap hari ribuan penziarah datang menjenguk kita
Mereka itu adalah pasangan muda-mudi dan
Sebagiannya suami isteri yang telah lama merindukan kesetiaan
Datang kesini dari negeri yang jauh
Apa sebetulnya yang mereka cari ?
Apakah mereka hanya mengagumi bangunan marmer putih ini
Apakah mereka hanya mengabadikan taman bunga yang ramah
Apakah mereka hanya bermimpi untuk membeli sebuah keabadian
Oh Shah Jehan
Walau sudah ratusan tahun kita bersama di alam yang lain
Masih cukup pantas bila kita menyapa dunia yang fana ini
Dan ada yang harus kusampaikan
Sebuah ucapan terima kasih
Untuk segala pengorbanan ribuan manusia untuk yang satu ini
Suatu hal yang tak kan kulupakan
Namun semuanya akan terbalas
Bila kaum peziarah dapat membawa pulang
Apa makna dari
Ziarah kesetiaan
Ziarah kehangatan
Ziarah cinta dan kepaduan
Ziarah perdamaian
Dari sini
Ya dari sini
Dari Taj Mahal

Agra 2011-2020

Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Esai, Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel: 
redaksi.tirastimes@gmail.com

Husnu Abadipuisisajaktaj mahal
Comments (0)
Add Comment