Dengan bahasa apa lagi akan kami ucapkan rasa ini?
Engkau takkan paham-paham wahai penoreh rasa
Telah kami bentangkan seluas yang bisa orang pandang rasa ini
Tapi kau picingkan matamu bagai bulan sabit
Cahayanya tak cukup untuk membaca gelora yang sudah lama bergelora
Ingin kami kunci semua sumber rasa ini agar ketawamu selapang bola kaki
Agar kau tak ngikik di depan semburan air mata kami
Sudahlah, Tuan yang kami tak bertuan padamu
Hadapkan telingamu ke mulut kami
Agar suara kami sampai di rasamu
Kami tahu, hatimu juga semerah hati kami
Tapi sengaja kau balut hingga jadi sehitam malam
Ini adalah rasa dari semua rasa yang tak pernah tertulis pada lembar-lembar perasaanmu
Bengkalis, 20 Januari 2025