17 Agustus 1945 Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibacakan dengan suara lantang.
Rasa kaya hati membangkitkan semangat juang membela Ibu Pertiwi.
Sedari dulu tumpah darah nenek moyang ku milik Ibu Pertiwi.
Kini Ibu Pertiwi seakan diduduki para koreografer bernyali kecil.
Hanya duduk membungkam, melihat Ibu Pertiwi dihimpit ekspatriat.
Lebih-lebih ikut menipu pribumi.
Menindas, memukul, dan merampas setiap jengkal Tanah Ibu Pertiwi.
Rempang milik Ibu Pertiwi.
Tak akan kami biarkan Ibu Pertiwi dicuri dari hadapan kami.
Tidak satu langkah pun akan kami gerakkan kaki keluar dari Ibu Pertiwi.
Ribuan pukulan, ratusan gas air mata, tak gentar kami untuk melangkah.
Kurungan lebih kami cintai untuk membela Ibu Pertiwi.
Rempang tak akan pergi dari pangkuan Ibu Pertiwi.
Askar Melayu selalu siap membantu
Pekanbaru, 23 September 2023
Febri Giantara adalah seorang dosen di Pascasarjana IAI Diniyyah Pekanbaru, beliau juga aktif sebagai penulis dan juga peneliti yang telah menghasilkan karya berupa buku ilmiah sebanyak 7 buku ilmiah, dan 2 buku antologi cerpen dan beberapa karya ilmiah penelitian.