RSIA Zainab Luncurkan SAFE CHILD, Perkuat Perlindungan Anak dari Kekerasan Seksual pada Festival Hari Anak Nasional ke-5

PEKANBARU – TIRASTIMES: Perlindungan anak dari kekerasan seksual membutuhkan keterlibatan keluarga, tenaga kesehatan, dunia pendidikan dan berbagai elemen masyarakat. Atas dasar itu, RSIA Zainab meluncurkan program SAFE CHILD (Sexual Awareness & Functional Education) dalam rangkaian Festival Hari Anak Nasional ke-5 di Atrium Mall Living World Pekanbaru, Sabtu-Minggu, 25–26 Juli 2026.

Program SAFE CHILD dirancang sebagai program terpadu untuk meningkatkan kesadaran mengenai kesehatan seksual sekaligus memperkuat perlindungan terhadap anak dan remaja.

Program tersebut dijalankan secara kolaboratif dengan melibatkan dokter dan psikolog melalui edukasi, pendampingan psikologis serta kerja sama lintas sektor. SAFE CHILD juga menyiapkan pendampingan komprehensif bagi anak yang menjadi korban kekerasan seksual.

Komisaris PT Fatimah Az-Zahra, dr. Diana Tabrani, mengatakan SAFE CHILD merupakan bentuk komitmen RSIA Zainab dalam memberikan perlindungan yang menyeluruh bagi anak-anak.

Sebagai rumah sakit syariah pertama di Provinsi Riau, katanya, RSIA Zainab selama ini konsisten mengedepankan edukasi keluarga, pengasuhan, kesehatan reproduksi dan perlindungan anak.

“Nilai-nilai yang kami bangun juga berlandaskan ajaran Islam. Banyak doa dan nasihat dalam Al-Qur’an yang merupakan dialog antara orang tua dan anak, seperti kisah Luqman dengan putranya, Nabi Nuh, maupun Nabi Ibrahim. Hal ini menjadi inspirasi bahwa pendidikan dan perlindungan anak harus dimulai dari keluarga,” ujarnya.

Menurut Diana, SAFE CHILD tidak hanya berbicara tentang pencegahan kekerasan seksual. Program tersebut juga memberikan layanan pendampingan bagi anak yang menjadi korban.

Dalam prosesnya, pendampingan dapat melibatkan dokter, psikolog, psikiater hingga terapi spiritual. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendukung proses pemulihan anak secara menyeluruh sesuai kebutuhan masing-masing.

Sebagai bagian dari penguatan kolaborasi, RSIA Zainab juga menandatangani kerja sama SAFE CHILD dengan Pondok Pesantren Dar El Hikmah.

Kerja sama tersebut difokuskan pada edukasi psikologis bagi anak dan remaja guna membangun lingkungan pendidikan yang aman, sehat serta bebas dari perundungan dan pelecehan seksual.
Semangat yang diusung dalam kerja sama tersebut adalah “No Bullying, No Pelecehan Seksual”.

Peluncuran SAFE CHILD menjadi salah satu agenda utama Festival Hari Anak Nasional ke-5 yang tahun ini mengangkat tema “Petualangan Anak Bintang di Galaksi Ceria” dengan tagline “Bersinar, Berani, Berprestasi!”.
Festival yang digelar selama dua hari tersebut diperkirakan diikuti sekitar 1.000 peserta. Selama lima tahun penyelenggaraannya, Festival Hari Anak Nasional RSIA Zainab telah menjadi salah satu agenda tahunan yang dinantikan masyarakat.

Selain menjadi ruang hiburan, festival tersebut juga dirancang sebagai ruang edukasi dan pengembangan potensi anak bersama keluarga.
Berbagai kegiatan digelar, mulai dari lomba merangkak bayi, lomba mengoper benda, Fashion Fun Show, lomba tari, lomba mewarnai, menghias kue bersama ayah hingga lomba anak merias bersama ibu.

Kompetisi tersebut diperuntukkan bagi anak usia 8 bulan hingga 9 tahun dengan berbagai kategori sesuai usia dan tahapan perkembangan anak.
Festival juga menghadirkan Kids Expo, talkshow kesehatan bersama dokter spesialis RSIA Zainab, kegiatan charity serta berbagai aktivitas interaktif keluarga.

Festival Hari Anak Nasional ke-5 secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Pekanbaru, Erna Juita.

Ia memberikan apresiasi kepada RSIA Zainab atas kontribusinya dalam pemenuhan hak anak melalui pelayanan kesehatan, edukasi dan perlindungan.

“Anak adalah generasi penerus bangsa yang harus memperoleh seluruh haknya untuk hidup, tumbuh, berkembang, dan mendapatkan perlindungan,” ujarnya.

Menurut Erna, pemenuhan hak anak merupakan tanggung jawab bersama pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan seluruh elemen bangsa.
Ia menilai kolaborasi yang dibangun RSIA Zainab menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak.

Erna juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Pekanbaru terus berupaya mewujudkan Pekanbaru sebagai Kota Layak Anak. Salah satu upaya yang dilakukan adalah percepatan penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA).

“Sekitar 3.000 kartu diterbitkan pada pekan ini sebagai bentuk pemenuhan hak administrasi anak,” katanya.
Melalui Festival Hari Anak Nasional 2026 dan peluncuran SAFE CHILD, RSIA Zainab berharap kesadaran masyarakat terhadap perlindungan anak semakin meningkat.
Perlindungan anak, menurut RSIA Zainab, tidak hanya menyangkut kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental, pendidikan yang sesuai usia serta keterlibatan aktif keluarga dan lingkungan.

Dengan semangat “Bersinar, Berani, Berprestasi!”, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara tenaga kesehatan, orang tua, komunitas, dunia pendidikan, pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan generasi yang sehat, percaya diri, kreatif, berprestasi dan terlindungi dari berbagai bentuk kekerasan. (FJ/BK)

Comments (0)
Add Comment