untukmu
yang tak habis dimakan masa
salam segala puji
menoreh pada bilik dengar
tutur sapa hikmat
kuhadiahi di atas peti mati
peti mati,
gairah sajakmu hangat memeluk
jiwa rindu pujangga baru
hidupkan tiup asa kata berpacu
telah sampai di ujung bukit
lipat-lipat memori segala baik
singgah di bumi abjad
cumbu erat sajak tekad
padamu, peziarah balik arah
menuju Tuhanmu
di sapuan larik puisi indah
laporkanlah sendu kami
yang kau tinggal dalam nakal
hendaklah baik
persinggahan ini
lengkapi ziarah
di akhir salam mewah
untukmu oh maha karya sejarah.
Rantauprapat, 24 Mei 2024
Yenni Reslaini. Pertama kali memantapkan diri dalam dunia kepenulisan saat bergabung dalam forum kepenulisan di FLP cabang Labuhanbatu dari tahun 2015. Karya yang sudah dibukukan berupa cerpen “Jangan Panggil Aku Sebelum Kau Mencinta” dalam antologi cerpen FLP Labuhanbatu “Ceritamu Ceritaku di Rantauprapat”. Menulis 1 novel dan terbit di tahun 2020 Takdir Ilalang, oleh penerbit Ahsyara.