Samudera Kata : Kumpulan Puisi Iman Sembada

Pengasuh :
1. Husnu Abadi
2. Fakhrunnas MA Jabbar

SUARA ADZAN

Suara adzan membangkitkan arwah leluhurku
Berabad-abad terkubur waktu. Kesedihanmu
Adalah mendung yang akan menjadi suka cita
Setelah hujan turun. Begitulah kita mengagumi
Apa yang pernah jatuh sebelum senja menjerau

Aku tulis puisi ini sebelum huruf-huruf gugur, sebelum
Kata-kata hancur. Masih ada sekincir harapan yang
Dipelintir angin semilir agar tak ada lagi embunan
Airmata. Biarlah dukamu menguap ke ketiadaan

Suara adzan keluar dari speaker. Menjenguk sebuah
Kuburan yang dikeramatkan. Orang-orang tafakur
Menghidu aroma bunga, aroma doa. Tercium juga
Tetesan keringat. Suara adzan melurungi rongga
Semesta. Lalu matahari terbit dari mata anak-anak
Bersama cahaya aku mengukur bayangan langit:
Menyaksikan ruh-ruh bersayap putih beterbangan

Depok, 2020

KUTANAM DOA TUMBUH BINTANG

Segenggam doa yang kutanam di langit
Sudah tumbuh menjadi bintang-bintang

Aku terus berdoa. Mengiringi perjalanan
Tubuh, perjalanan ruh. Hingga matahari
Naik ke puncak ubun-ubun. Mungkin ada
Yang masih terbata-bata mengeja pesan
Rahasia. Bahwa air akan kembali ke laut

Ada angin di beranda: merangkai rekuim
Dan menggambar surga. Orang-orang
Bermata gerimis mengaji detak jam

Aku ingin lebih banyak lagi berdoa
Tumbuh menjadi bintang-bintang
Berpijar, berdenyar melesat secepat
Kilat ke sayap-sayap malaikat. Kini
Doaku adalah bintang yang bercahaya
Di atas kubur-kubur nenek moyang

Depok, Oktober 2020

  • Biodata penulis:
    Iman Sembada lahir di Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada 4 Mei. Puisi dan cerpennya dipublikasikan di media massa pusat dan daerah. Puisi-puisinya juga tergabung dalam antologi bersama, seperti Resonansi Indonesia (2000), Pasie Karam (2016), Matahari Cinta Samudera Kata (2016), Puisi untuk Perdamaian Dunia (2017), Monolog di Penjara (2018), Reruntuhan di Bukit Kapur (2019), Sesapa Mesra Selinting Cinta (2019), Bisik Langit Pasak Bumi (2020), dan lainnya. Antologi puisi tinggalnya Airmata Suku Bangsa (2004), Perempuan Bulan Ranjang (2016) dan Orang Jawa di Suriname (2019). Kini ia tinggal di Depok, Jawa Barat.

Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Pentigraf, Esai, Pantun, Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel:
redaksi.tirastimes@gmail.com

Fakhrunnas MA JabbarHusnu AbadiSamudera Kata
Comments (0)
Add Comment