CHICAGO-TIRASTIMES: Grup musik asal Riau ‘Riau Rhythm’ manggung di empat kota Amerika Serikat yakni Chicago, Illionis, New York dan New Jersey. Tampilnya grup musik yang mengenalkan musik khas Melayu di panggung World Music Concert Series ini sangat membanggakan masyarakat Riau. Kegiatan manggung yang dikemas sebagai Riau Rhythm USA Tour ini berlangsung akhir September hingga awal Oktober 2023.
Budayawan, Fakhrunnas MA Jabbar merasa bangga atas pencapaian dan prestasi pemusik anak jati Melayu Riau yang telah ikut melambungkan nama Riau di kancah dunia.
“Pokoknya kita bangga atas prestasi Riau Rhythym ini. Semoga terus mendulang sukses sampai kapan pun,” kata Fakhrunnas yang juga Dosen Universitas Islam Riau ini.
Grup musik Riau Rhythm digawangi 8 orang personil yakni Rino Dezapaty (Composer/Gambus) Violano Rupiyanto (Gambus/12 string Guitar) Giring Fitrah (Calempong/Vocal) Cendra Putra Yanis (Cellist) Viogy Rupiyanto (Violin/Vocal) Hendri Faizal (Keyboard/Accordion) Hafiz Tisyan (Flute/Bamboo) Refi Lesta Hakim (Drum/Percussion).
“Alhamdulillah, kini kami sudah tiba kembali di tanah air. Penampilan kami selama di AS cukup mendapatkan sambutan. Mereka tertarik dengan musik khas Melayu yang jarang mereka dengar,” kata Rino Dezapaty, salah seorang personil saat dihubungi Tirastimes bulan lalu.
Violano Rupiyanto, musisi lain selaku Project Manager grup ini menjelaskan keberhasilan mereka bisa tampil di AS ini berkat diplomasi dan komunikasi intens yang dibangun sejak awal tahun 2023 lalu. Mulai dari proses persiapan dokumentasi karya, technical riders hingga persiapan promo untuk penyeleksian pun berjalan dengan baik hingga 4 kota di AS menyatakan bersedia untuk mempersiapkan konser Riau Rhythm sebagai presentasi perdana dengan konsep konser musik Melayu dan kelompok musik Sumatera.
Rino Dezapaty menambahkan rangkaian proses panjang dari tahun 2003 hingga pada akhirnya ditahun 2023 ini, Riau Rhythm di nyatakan lolos untuk konser presentasi di AS.
FBK IB
Keberangkatan Riau Rhytym ke AS difasilitasi FBK IB (Fasilitasi Bantuan Kebudayaan Interaksi Budaya), Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia. Riau Rhythm dinyatakan lolos untuk fasilitas keberangkatan ke Amerika Serikat. Namun mengingat ada 4 kota berbeda yang dikunjungi yakni Chicago, Illinois, New York dan New Jersey maka pihaknya mendapat dukungan pendanaan tambahan dari sejumlah pihak antara lain Gubernur Riau, Pj. Walikota Pekanbaru, PT BSP, dan sejumlah pihak lain.
Violano menjelaskan rincian perjalanan dan kegiatan manggung di AS ini diawali 16 September bertolak dari Pekanbaru menuju Jakarta, transit satu malam dan bertolak menuju Narita international Airport Jepang untuk transit melanjutkan perjalanan ke Chicago, IL. AS.
Konser pertama di 211 Carpenter CH. Illinois tanggal 19 September, dan konser kota kedua di Oldtown School Chicago, IL, 20 September. Tanggal 22 September bertolak ke kota ketiga, New York dan pada besoknya tampil dalam pertunjukan di Madison Avenue, NY City, Indonesian Street Festival Jota terakhir pada tanggal 24 September di Jersey City Theater Center, New Jersey.
Waktu pertama tiba di Chicago, Riau Rythym tampil di Welcome Concert di Consulate General Republik Indonesia di Chicago yang dihadiri para diplomat negara-negara undangan, istri Konjen Listiyowati untuk lebih komprehensip memperkenalkan kebudayaan indonesia bagian lain (Sumatera) yang kaya akan local wisdom.
Konser kedua di Gedung Pertunjukan Old Town School Of Folk Music Chicago. IL, Chicago dengan durasi 1 jam 45 menit. Konser full yang memainkan seluruh kumpulan karya Riau Rhythm terbaik pada 8 album.
Pihak penyelenggara, Silvia Lopez sangat mengapresiasi konser malam itu dan siap berjejaring lebih luas di ranah world music dunia kepada Riau Rhythm.
Menurut Rino Dezapaty, pentingnya membuka diri kepada agensi musik dunia dan presentasi konser ini agar kita diketahui oleh kalangan world music dan festival lebih luas. Setelah selesai di Chicago, Riau Rhythm pada tanggal 22 September rombongan dari O’Hare International Airport chicago menuju Jhon F Kennedy International Airport New York dan tanggal 23 September melakukan persiapan Indonesia Street Festival di Madison Avenue New York yang bersama I Wayan Balawan Group dan beberapa kelompok kesenian budaaya do Amerika Serikat.
Tanggal 24 konser terakhir di Jersey City Theatre, New Jersey. NYC Director Artistic Mrs. Olga Levina sebagai fasilitator menjelaskan konser ini dihadiri Director Global Fest USA Mrs. Isabel dan beberapa agensi dan producer world music untuk menonton pertunjukan konser Riau Rhythm dengan konsep hybrid music selama 1 jam 15 menit.
“Ini adalah panggung persentasi karya di hadapan para produser pertunjukan, agen pertunjukan dan para direktur dan kurator festival dunia di Amerika yang akan melihat apakah Riau Rhythm dengan karya-karyanya layak untuk tour berikutnya dengan pembiayaan dan kontrak ekslusif dengan agen agen pertunjukan disana.
Tradisi Musik Melayu
Riau Rhythm kelompok musik asal Tanah Melayu Riau berdiri sejak tahun 2001 hingga sekarang menapaki usia 22 tahun dan telah menghasilkan 7 album studio dan 2 album live yang semua konsep musikal nya bersumber dari kekayaan tradisi Melayu erat berkaitan isu terkini yang berhubungan dengan korelasi budaya lampau dan saat ini.
Menurut Rino, target utama penampilan grup musik ini sejalan dengan estafet ekonomi kreatif dan pengenalan kebudayaan Melayu di pentas-pentas dunia. Kegiatan ini akan berkelanjutan di Riau dengan menampilkan talenta- talenta seniman lain.
“Ini adalah buah konsistensi untuk terus berkarya dan membawa kebudayaan Melayu di pentas pentas dunia yang elegan,” ujar Rino.
Hasil yang sangat baik ini juga mendapat dukungan dari semua pihak yang membantu Riau Rhythm terus berjalan mesti kadang tertatih (baca ; Pandemi Covid meluluh lantakan pendapatan seniman selama 2 tahun).
Riau Rhythm telah melewati lebih dari 100 panggung di dalam maupun luar negeri antara lain Italia, Turki, Malaysia, Singapura, Australia, Spanyol, Portugal, Swiss dan India. Di dalam negeri, grup ini pernah manggung di Papua, Makassar, Bali, Solo, Yogya, Surabaya, Malang, Bandung, Banten, Jakarta, Bangka Belitung, Jambi, Bengkulu, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Kepulauan Riau dan di Riau sendiri.
Riau Rhythm mulai memasuki panggung dunia sejak tahun 2003, diawali mengirim dokumen ke Amerika Serikat. Proses pengiriman dokumen melalui ekspedisi mengirimkan berkas dokumen karya berbentuk video hingga berbulan bulan namun belum jua dinyatakan lolos karena proses penyeleksian yang ketat. Berbekal niat untuk mempresentasikan budaya Melayu di negeri Paman Sam yang dikenal sebagai pusat pertunjukan dunia, namun Riau Rhythm tak berhenti disitu saja hingga proses demi proses penciptaan karya musik terus dieksplorasi dan memulai debut dari Asia, Eropa dan Australia hingga menghasilkan 7 album studio dan dua album live dari tahun 2004 hingga 2020.
Konsistensi adalah kunci untuk terus bertahan dengan memperkenalkan budaya melayu ke panggung panggung musik. Rino Dezapaty, composer dan juga founder kelompok ini mulai membaca konsep Proto Melayu (Melayu Tua) di tahun 2007 sampai 2012 dan proses album SUVARNADVIPA melalui riset sejarah candi Muara Takus. Konsep fushion di album Satellite Zapin yang bersumber dari Sejarah Siak Seri Inderapura hingga Deutro Melayu (Melayu Baru) tentang sejarah perdagangan Riau Lingga dan malaka mengangkat tema Awang Menunggang Gelombang, tokoh utama panglima awang yang dikenal juga sebagai Henrique De Malacca sebagai navigator ekspedisi Ferdinand Magellans dengan kapal Victoria yang berkeliling dunia untuk mencari rempah rempah hingga terjadinya akulturasi budaya, bahasa, sosial dan instrument instrument tradisi Indonesia yang menjadi sumber penciptaan dan tekad kuat Riau Rhythm untuk terus konsisten bermusik di jalan sunyi jauh dari kata industri pada tahun 2020.
“Tentunya konser tour Amerika Serikat ini Riau Rhythm membuka peluang untuk bekerja sama apapun dalam segi sponsorship maupun kerjasama antar KJRI dan Kemendikbud agar bisa memfasilitasi agar tour konser ini bisa terwujud. Alhamdulillah konser tour di Amerika Serikat sudah berjalan dengan baik,” ucap Rino. (ns/fir)